Menuju konten utama

Sekutu Saudi Mulai Beri Dukungan untuk Lawan Houthi, Mana Saja?

Negara sekutu Arab Saudi mulai menunjukkan dukungan dalam upaya melawan kelompok Houthi di Yaman. Prancis dan Inggris jadi beberapa di antaranya.

Sekutu Saudi Mulai Beri Dukungan untuk Lawan Houthi, Mana Saja?
Jet tempur Angkatan Udara Saudi terbang dalam formasi selama upacara wisuda angkatan udara di King Faisal Air Academy di Riyadh. [Foto/Reuters/Fahad Shadeed]
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Negara-negara sekutu Arab Saudi dilaporkan mulai berikan dukungan militer untuk menghadapi perlawanan kelompok bersenjata Houthi di Yaman. Bentuk dukungan itu telah ditampakkan oleh sekutu regional Saudi maupun negara Barat.

Eskalasi pertempuran antara Houthi dengan Arab Saudi sepanjang September ini telah memicu Saudi untuk menggalang dukungan kepada para sekutu internasionalnya. Hal ini terjadi seiring menguatnya pengaruh militer Houthi di pesisir Laut Merah dan tak adanya sinyal kemauan Amerika Serikat (AS) untuk terlibat dalam konflik ini.

Penggalangan dukungan itu belakangan tampak mendapatkan respons. Sejumlah negara sekutu dilaporkan mulai memberikan bantuan militer, termasuk pasukan dan teknologi persenjataan untuk membantu militer Saudi.

Menukil Al Jazeera, Prancis menjadi salah satu negara terawal yang mengumumkan pengiriman pasukan untuk membantu Saudi. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi hal tersebut pada Jumat (25/9/2026).

Dalam keterangannya untuk stasiun televisi lokal, Macron menyatakan Paris akan mengirim “tentara, radar, dan sistem pertahanan”, ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Bantuan ini disebut Macron akan dikerahkan untuk menjaga terminal minyak utama Saudi di Yanbu.

“Bukan untuk melibatkan diri dalam konflik apa pun, tetapi untuk melindungi lokasi tersebut,” kata Macron.

Yanbu merupakan kota pelabuhan penting bagi produksi energi Saudi. Kawasan ini terletak di tepi Laut Merah dan jadi tempat bagi terminal minyak yang terpusat milik perusahaan minyak terbesar milik negara Saudi, Aramco. Pekan ini, Houthi mengeklaim telah melancarkan serangan dengan target fasilitas tersebut.

Selain Prancis, Inggris lebih dulu menyatakan kesiapan mereka untuk mengirimkan bantuan kepada Saudi terkait Houthi. Namun, dalam keterangan pada Senin (21/9), Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham menyatakan London akan memberikan bantuan kendati secara terbatas.

Seturut AP, Burnham menyebut ia telah memberikan izin kepada Angkatan Udara Kerajaan Inggris untuk memberikan layanan pengisian bahan bakar "udara ke udara" untuk pesawat Saudi. Bantuan ini disebut Burnham berlaku selama beberapa pekan dengan peninjauan berkala.

Bantuan ini merupakan upaya Inggris dalam “bertindak untuk mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas”. Sebelumnya, dalam pernyataan resmi mereka, London mengutuk rangkaian serangan Houthi.

Sementara itu, bantuan tak hanya datang dari dua negara Eropa tersebut. Saudi diproyeksikan akan segera mendapatkan dukungan militer dari dua sekutu regional mereka, yakni Pakistan dan Turki.

Saudi, Pakistan, dan Turki memiliki pakta pertahanan bersama bernama Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang diteken pada Agustus lalu. Pakta itu membuat serangan kepada salah satu negara akan dianggap sebagai serangan kepada negara lainnya.

Pada Kamis (24/9), delegasi ketiga negara ini dilaporkan bertemu untuk membahas “pertemuan mendesak” terkait pakta ini. Para pejabat militer Saudi, Pakistan, dan Turki disebut akan berkumpul untuk membahas langkah militer bersama terkait Houthi.

Akan tetapi, apa bentuk bantuan dan kerja sama militer antara ketiga negara terkait respons serangan terhadap Houthi masih belum bisa dipastikan. Belum jelas apakah pakta tersebut akan membuat Turki dan Pakistan turun menerjunkan unit tempur mereka untuk menghalau Houthi.

Baca juga artikel terkait ARAB SAUDI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar