tirto.id - Tahun ini, Bakti BCA membagikan 1.000 kacamata untuk pelajar 16 sekolah di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Pemberian kacamata berangkat dari hasil pemeriksaan mata kepada 3.503 pelajar sebagai deteksi dini gangguan penglihatan secara komprehensif.
"Karena dari pemeriksaan terhadap kesehatan mata sekitar 3.500 yang kita periksa di 16 sekolahan tadi sepertiganya itu mengalami gangguan kesehatan mata. Oleh karenanya kemudian muncul inisiatif bagaimana kita memberikan bantuan terkait kacamata," terang Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, dalam acara Bakti BCA di Pulau Untung Jawa, Jumat (25/09/2026).
Hasil pemeriksaan di sekolah ditemukan 877 pelajar di Jakarta Utara mengalami gangguan mata. Sedangkan di Kepulauan Seribu jumlahnya 123 pelajar. Sehingga total keseluruhannya 1000 pelajar.
Menurut Antonius, banyaknya pelajar yang mengalami gangguan mata disebabkan penggunaan gawai. Ia mengutip sebuah penelitian yang menunjukkan rata-rata orang memakai handphone selama 7,5 jam yang idealnya maksimum 2 jam.
"Perlu saya sampaikan dan ini mungkin mengingatkan dunia hari ini tidak satu orang pun tidak megang gawai. Semua pegang gawai. Setiap hari rata-rata kalau kita lihat dari penelitian itu 7,5 jam itu pegang HP. Kemudian apalagi sosial media yang sudah sedemikian rupa sehingga mestinya hanya maksimum 2 jam," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, berterima kasih kepada Bakti BCA karena telah memberikan hadiah kacamata kepada para pelajar. Baginya langkah BCA merupakan sesuatu yang penting mengingat ke depan pemerintah Jakarta akan memprioritaskan pembangunan anak-anak di Kepulauan Seribu.
"Karena Pulau Seribu ini harus survive, karena tentu akan terjadi perubahan sirkulasi pendidikan sekolah, segala macam akan terjadi perubahan, di mana orientasi kepada anak-anak di Pulau Seribu ini menjadi prioritas utama bagi kita," jelas Rano.
Program Pencegahan Stunting
Sejak 2023, BCA juga telah melakukan program pencegahan stunting yang mengumpulkan donasi sebesar 1 juta dolar AS. BCA menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil melalui klinik yang dibina BCA.
"Di luar mata kita ada program pencegahan stunting. Kita kerja sama dengan BKKBN. Kita cukup signifikan sekitar USD 1 juta kita alokasikan," kata Antonius.
Antonius mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai dengan memeriksa kesehatan ibu hamil. Hal ini baginya merupakan masalah kita bersama. Ke depan program ini akan terus dievaluasi bersama pihak BKKBN untuk menilai apakah program ini layak dilanjutkan.
"Oh stunting masih berlanjut ya. Tentu nanti kita akan ada riviu bersama dengan BKKBN. Dan ini masalah kita bersama. Kalau bicara pencegahan itu harus mulai dari ibu hamil," pungkasnya.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































