tirto.id - Robert Budi Hartono resmi jadi pemegang saham tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ia adik dari pengusaha Michael Bambang Hartono. Berikut sosok Robert Budi Hartono yang dikenal lewat perusahaan Djarum dan BCA.
Sebelumnya, keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa penobatan Budi Hartono sebagai pengendali tunggal BCA telah diumumkan secara resmi. Pihak BBCA menyebut perubahan ini dilakukan seiring meninggalnya Michael Bambang Hartono pada Maret lalu.
“Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama (PT DIA) yang juga merupakan pemegang saham pengendali terakhir Perseroan, maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali yang semula Bapak Bambang Hartono dan Bapak Robert Budi Hartono menjadi Bapak Robert Budi Hartono,” tulis Corporate Secretary BBCA Rudy Bidardjo, dikutip Selasa (4/8/2026).
Pengumuman Robert Budi Hartono sebagai pengendali tunggal BCA ini sebelumnya telah termuat dalam laporan informasi atau faktual material BBCA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 31 Juli lalu.
Meskipun terdapat perubahan sosok pengendali tunggal, pihak BBCA memastikan bahwa hal tersebut tidak menimbulkan perubahan material bagi perusahaan tersebut. Kegiatan operasional, hukum hingga kinerja keuangan dipastikan tetap berjalan seperti biasa.
Rudy Budiardjo meyebut perubahan ini hanya akan berdampak pada status pengendali tunggal, yang semula dipegang Bambang Hartono menjadi Budi Hartono. Saham Budi Hartono pada PT DIA juga tak berubah, yakni 51 persen.
PT DIA yang dimiliki Bambang dan Budi Hartono sebelumnya merupakan pemegang saham mayoritas BBCA. Perusahaan ini memiliki 54,942 persen saham BBCA. Rudy memastikan jumlah saham BBCA yang kini dikuasai PT DIA tak berubah seiring perubahan status pengendali tunggal ini.
Sosok Robert Budi Hartono dan Gurita Bisnisnya
Robert Budi Hartono sebelumnya telah luas dikenal publik sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia. Bersama Bambang Hartono yang merupakan saudara kandungnya, kakak-beradik ini kerap muncul dalam daftar orang terkaya di republik ini.
Budi Hartono lahir pada 1941 dengan nama asli Oei Hwie Tjhong. Ia dan Bambang Hartono merupakan putra dari pendiri Djarum, Oei Wie Gwan.
Kisah Hartono bersaudara itu semula melegenda dari bisnis milik keluarga mereka, yakni PT Djarum. Mereka mewarisi pabrik rokok tersebut setelah ayah mereka meninggal pada 1963 dan berhasil mengembangkannya jadi pabrik kenamaan di Indonesia.
Lewat tangan Budi dan Bambang Hartono, PT Djarum berkembang pesat. Dari yang semula mengalami kemunduran di awal 1960-an, duo pengusaha ini sukses mengembangkan skala produksi dan pemasaran perusahaan hingga merambah pasar internasional.
Seiring kesuksesan PT Djarum, Budi dan Bambang Hartono kemudian mengembangkan lini bisnis mereka. Hingga akhirnya, baik Budi maupun Bambang, keduanya menjadi figur sentral dalam gurita bisnis keluarga mereka.
Melalui konsorsium Grup Djarum, mereka kemudian mengembangkan lini bisnis mereka di berbagai sektor. Figur mereka muncul dalam industri perbankan lewat Bank BCA, juga di bidang properti lewat Grand Indonesia hingga elektronik melalui jenama Polytron.
Memasuki era teknologi digital yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, keduanya juga turut meramaikannya. Sejumlah jenama di bidang teknologi digital turut mereka miliki, seperti lokapasar Blibli hingga layanan multiplatform over the top Mola TV.
Namun, rekam jejak Budi dan Bambang Hartono tak hanya berkisar pada bisnis. Keduanya juga memiliki kegemaran yang sama pada olahraga.
Kakak beradik itu sejak lama telah menaruh perhatian pada dunia olahraga. Salah satu yang paling melegenda adalah pembentukan PB Djarum sebagai sarana pengembangan talenta atlet bulu tangkis sejak 1969. Legenda bulu tangkis Liem Swie King merupakan salah satu binaan PB Djarum.
Belakangan, Grup Djarum juga mengembangkan sektor bisnisnya ke bidang olahraga lain, yakni sepakbola. Konsorsium ini kini menjadi pemilik klub Serie A Italia, Como 1907. Sejak diakuisisi Grup Djarum melalui SENT Entertainment pada 2019, Como menjadi salah satu klub Italia dengan perkembangan yang pesat dan kini baru saja lolos berlaga di Liga Champions Eropa.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































