Menuju konten utama

Kasus Dugaan Bakery Berlabel Gluten Free Palsu Naik Penyidikan

Pihak FE selaku pelanggan dan FN dari BnG kini saling melaporkan terkait dugaan pemalsuan label gluten free.

Kasus Dugaan Bakery Berlabel Gluten Free Palsu Naik Penyidikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya mengumumkan babak baru dari kasus dugaan pemalsuan label gluten free pada bakery merk BnG. Kasus ini telah dilaporkan sejak 17 Oktober 2025 oleh seorang pelanggan yang anaknya mengalami gangguan kesehatan setelah makan roti tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menerangkan kasus tersebut saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Namun, penetapan tersangka masih belum dilakukan.

"Laporan FE terhadap FN terkait dugaan penipuan, perlindungan konsumen, pangan, dan tindak pidana pencucian uang dibuat di Polda Metro Jaya pada 17 Oktober 2025. Perkara tersebut saat ini sudah dalam proses penyidikan," kata Budi kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Budi menerangkan, terkait dengan pelaporan itu, penyidik sudah memeriksa terlapor, 12 saksi, dan pelapor. Kemudian, penyidik juga telah meminta keterangan ahli dari BPOM dan perlindungan konsumen.

Selain itu, terdapat laporan lain yang dilayangkan pihak FN kepada FE. Pelaporan dilakukan pada 26 Desember 2026 dengan sangkaan pasal dugaan pencemaran nama baik dan masih ditangani Polres Metro Jakarta Barat.

"Perkara tersebut juga sudah dalam proses penyidikan. Penyidik telah memeriksa pelapor, terlapor, sejumlah saksi, ahli pidana, dan ahli bahasa. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti telepon genggam," tutur Budi.

Duduk Perkara Dugaan Pemalsuan Label Gluten Free

Kasus ini berawal dari K, putra FE berusia 3 bulan, yang di tubuhnya muncul eczema. Setelah berkonsultasi dengan dokter, FE mengetahui K mempunyai alergi yang menyebabkan munculnya eczema tersebut.

FE pun mulai diet ketat sejak saat itu karena harus memberikan ASI pada K. Seperti yang dianjurkan dokter, FE mulai mengonsumsi produk-produk yang gluten free, dairy free, dan egg free, hingga menghindari kacang-kacangan.

FE yang bingung harus mengonsumsi apa dengan sederet pantangan dari dokter itu lalu dikenalkan seorang teman dengan bakery BnG pada September 2024. Dalam bio Instagramnya, bakery BnG mengklaim semua produknya gluten free, dairy free, egg free, vegan, dan stevia & plant based.

FE merasa sangat terbantu dengan adanya BnG bakery. Meskipun terbilang mahal, FE puas dan menjadikannya langganan. Sejak 11 Agustus 2025, K yang sudah berusia 17 bulan mulai makan sendiri produk BnG bakery ini.

Dalam hitungan jam usai makan, muncul flare up di badan K yang membuat FE bingung. Dia pun membawa K ke dokter dan mulai mencurigai produk BnG sebagai penyebab.

FE lalu melakukan tes laboratorium untuk mengetahui apakah produk BnG yang dikonsumsi K mengandung gluten atau tidak. Dan, hasilnya positif gluten.

FE semakin emosi setelah mendapati produk-produk yang dijual BnG ini diduga tidak diproduksi sendiri. Mereka mengambil produk dari bakery-bakery ternama dan mengganti kemasan atau repackage dengan kemasan sendiri. Mereka juga menaikkan harga produk jauh lebih tinggi dari saat produk tersebut dijual di tempat aslinya.

Baca juga artikel terkait PEMALSUAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi