tirto.id - Bareskrim Polri memastikan penelusuran jaringan peredaran narkoba dengan kurir seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia berinisial MSBO (30). Dalam penelusuran ini, penyidik berkoordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).
"Pastinya akan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Pendalaman sedang kami lakukan," ungkap Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaludin Amin, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (3/8/2026).
Awaludin menjelaskan, penyidik juga mendalami pengiriman yang sudah dilakukan tersangka sebelumnya, yakni ke Sabah, Malaysia, dan Jakarta. Pada penangkapan kemarin, diketahui itu merupakan ketiga kalinya MSBO beraksi mengantarkan narkoba.
Awaludin menerangkan, dari hasil tes urine yang dilakukan kepada tersangka, terbukti bahwa dia bukan hanya sebagai kurir, tetapi juga pemakai narkoba. Tersangka menggunakan narkoba sebelum melakukan penerbangan dengan rute Malaysia-Jakarta.
"Fakta case kemarin, yang bersangkutan menggunakan narkotika berdasarkan hasil cek urine. (Positif narkoba) Sabu, inex, dan kokain," tutur dia.
Diketahui, dugaan penyelundupan itu bermula pada Rabu malam, 29 Juli 2026, ketika pesawat Malaysia Airlines MH727 yang berangkat dari Kuala Lumpur mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 22.00 WIB. Seperti biasa, para penumpang bergerak menuju area kedatangan internasional, sementara awak pesawat melewati jalur khusus kru.
Di antara mereka terdapat seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia berinisial MSBO, 39 tahun. Saat tiba, tidak ada yang mencolok dari penampilannya. Ia mengenakan seragam pilot seperti biasa. Koper yang dibawanya pun merupakan koper kru dengan label crew baggage, jenis bagasi yang setiap hari hilir mudik di bandara internasional.
Namun, malam itu, koper tersebut menarik perhatian petugas. Hengky menjelaskan, pemeriksaan bukan dilakukan secara acak. Sebelum pesawat mendarat, tim intelijen Bea Cukai lebih dulu melakukan analisis terhadap penerbangan tersebut. Dari hasil analisis itulah muncul kecurigaan terhadap barang bawaan salah satu kru.
"Pada saat datang kemudian dari analisa intelijen muncul kecurigaan terhadap barang yang dibawa oleh pilot yang bersangkutan," kata Hengky.
Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik terhadap koper milik MSBO. Hasilnya melampaui dugaan petugas: di balik tumpukan pakaian, tersusun rapi 14 bungkus besar pil ekstasi yang nyaris memenuhi seluruh ruang koper. Setelah dihitung satu per satu, jumlahnya mencapai 70.114 butir dengan berat bruto sekitar 26 kilogram atau sekitar 25,19 kilogram berat bersih.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































