Menuju konten utama

Wamen Stella Jelaskan Arahan Minta Rektor Setop Bikin Prodi Baru

Wamen Stella mengatakan pemerintah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Wamen Stella Jelaskan Arahan Minta Rektor Setop Bikin Prodi Baru
Wamendikti Stella Christie di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). tirto.id/Mochammad Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, mengatakan penggabungan program studi (prodi) yang disampaikan Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, tak semata-mata untuk mengurangi jumlah prodi yang ada saat ini.

Stella mengatakan yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dapat terserap dengan baik.

"Sebenarnya kita bukan fokus kepada prodinya, tapi kita harus memastikan bahwa kita menyiapkan lulusan yang bisa mendapatkan pekerjaan, dan pekerjaan yang bagus," kata Stella ditemui usai mengikuti rapat di DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (6/10/2026).

Menurut Stella, pada dasarnya pemerintah terus mengevaluasi langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Katanya, yang terpenting adalah memastikan kualitas lulusan memiliki pekerjaan yang baik.

Menurut Stella, salah satu tantangan yang kini menjadi perhatian adalah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang menurutnya mulai berdampak terhadap pekerjaan bagi lulusan baru.

Kata dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui penyesuaian pendidikan tinggi terhadap perkembangan dunia kerja.

"Ini adalah suatu yang tidak bisa kita pungkiri. Kita harus antisipasi dan bagaimana kita menghadapi dengan sebaik-baiknya. Jadi ini semua sedang dikaji. Tapi adaptasi adalah kunci nomor satu. The only constant is change," tuturnya.

Sebagai informasi, Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, meminta para rektor di Indonesia tidak terus menambah program studi (Prodi). Menurutnya, prodi bisa saja digabung untuk mengurangi beban administrasi dan proses akreditasi perguruan tinggi tanpa harus mengurangi jumlah mahasiswa.

Brian menilai penggabungan bisa dilakukan untuk prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa.

"Mumpung para rektor berkumpul, tolong jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi. Prodi-prodi itu digabung-gabungin saja, dimerger," kata Brian, Jumat, melansir Antara.

Baca juga artikel terkait PERGURUAN TINGGI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama