Menuju konten utama

Alasan Prabowo Bentuk URI: Ada Lembaga yang Merasa Raja

Guna atasi kualitas SDM dan ego sektoral di pemerintahan, Presiden Prabowo bentuk URI sebagai wadah penggodokan birokrat berstandar tinggi.

Alasan Prabowo Bentuk URI: Ada Lembaga yang Merasa Raja
Presiden Prabowo Subianto memimpin pengambilan sumpah jabatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketidaksinkronan kerja di berbagai institusi pemerintahan menjadi salah satu alasan utama pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia (URI).

“Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari rilis Bakom, Kamis (17/9/2026).

Prabowo menegaskan, pembenahan birokrasi tidak cukup hanya dilakukan melalui perombakan struktur, melainkan harus menyentuh kualitas aparatur di dalamnya.

URI disiapkan sebagai wadah untuk mencetak calon pemimpin dan administrator negara berdasarkan sistem merit.

“Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia,” ujarnya.

Revitalisasi Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Dalam ekosistem URI, pemerintah juga berencana memperbarui Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar kembali pada fungsi aslinya dan tidak sekadar menjadi formalitas kenaikan jenjang karier birokrasi semata.

“URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI,” ungkap Prabowo.

“Dulu Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) juga sudah mau mengacu ke situ, jadi dibentuklah LAN. Tapi lama-lama LAN pun juga jadi formalitas. Itu hanya untuk karier. Nah, ini saya mau perbaiki dan ini sudah kita lakukan,” tegasnya.

Prabowo mencontohkan model pendidikan administrator publik di Prancis, École Nationale d’Administration (ENA), yang menerapkan seleksi ketat.

Melalui URI, pemerintah berencana menjaring lulusan-lulusan terbaik dari seluruh perguruan tinggi.

“Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ, jadi ini salah satu upaya kita,” kata Prabowo.

Selain menyiapkan administrator, pengembangan URI juga dirancang mencakup pembentukan akademi kepemimpinan bagi kepala daerah hingga pejabat eselon, seperti Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan Akademi Dirjen.

Penggemblengan sebelum menjabat dinilai krusial agar seluruh pejabat selaras dengan kebijakan pemerintah dan tidak ada lagi birokrat yang bersikap resistan atau merasa kebal evaluasi.

“Ini tidak semua, tapi pengalaman saya, benar yang Anda katakan, tidak sinkron antara kementerian dan lembaga karena dia merasa dirinya, ya, raja atau apa. Itu benar,” tutur Prabowo.

Baca juga artikel terkait UNIVERSITAS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah