tirto.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memilih bungkam saat dimintai tanggapan perihal kader partainya, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, yang kembali terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta mencuatnya nama politikus Golkar sekaligus Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dalam kasus yang sama.
Bahlil berdalih harus segera menghadiri agenda rapat lanjutan sehingga enggan memberikan komentar sedikit pun mengenai kadernya yang telah tiga kali berurusan dengan lembaga antirasuah tersebut.
“Aku ada rapat lagi ya. Dinda, mohon maaf,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Sikap serupa kembali dia tunjukkan saat wartawan mencecarnya mengenai keberadaan dan dugaan keterkaitan Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) tersebut.
“Mohon maaf ya, saya rapat lagi ya,” ucapnya.
Nama Nusron sendiri menjadi sorotan publik setelah KPK membeberkan konstruksi perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada Senin (14/9/2026), KPK meringkus 19 orang dengan 8 di antaranya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Dari delapan tersangka tersebut, KPK menyebut empat orang diduga merupakan orang-orang kepercayaan Nusron. Keempatnya adalah mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto; Fahd Arafiq; Erwin; dan Muhammad Fakhry.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































