Menuju konten utama

Pemerintah Targetkan E20 2 Tahun Lagi, Garap 2 Juta Hektare Tebu

Zulhas mengatakan, Presiden Prabowo menginstruksikan pembagian peran antara penyediaan lahan pertanian dan pembangunan sektor industrinya.

Pemerintah Targetkan E20 2 Tahun Lagi, Garap 2 Juta Hektare Tebu
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadi Presiden di kawasan Kartanegara, Jakarta, Minggu (28/9/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah menargetkan produksi bahan bakar campuran bioetanol 20 persen (E20) dapat terealisasi dalam dua tahun mendatang dengan menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan tebu sebagai bahan baku utama.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam rapat tersebut, kata Zulhas, Presiden Prabowo menginstruksikan pembagian peran antara penyediaan lahan pertanian dan pembangunan sektor industrinya.

“Oleh karena itu tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya. Danantara nanti industrinya ya, mengonversi ethanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu,” ujar Zulhas dalam konferensi pers usai ratas, Rabu (16/9/2026).

Zulhas menjelaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi tantangan utama (bottleneck) dalam pengembangan E20 di dalam negeri. Guna mengatasi kendala tersebut, pemerintah telah memetakan potensi lahan perkebunan seluas 2 juta hektare yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

“Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan, tapi setelah dibahas tadi, ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua, kita bisa dapatkan 2 juta,” katanya.

Melalui skema kerja sama lintas instansi, Kementerian Pertanian akan memfokuskan tugas pada penyediaan lahan serta rencana pengembangannya. Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mengelola industri pengolahan bahan baku menjadi etanol.

Pemerintah pun optimistis target bauran energi ini dapat dipenuhi sesuai tenggat waktu berkat ketersediaan lahan yang memadai.

“Kalau kami dapatkan 2 juta tuh ya insyaallah nanti yang E20 ini bisa kita penuhi dalam 2 tahun mendatang,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, seluruh pasokan bioetanol untuk program E20 ditargetkan murni berasal dari produksi domestik. Kendati demikian, penerapannya dilakukan secara bertahap sebelum melangkah ke sasaran jangka panjang hingga E50.

“Bertahap kita akan menuju E50 seperti B50, tapi yang pertama ini E20. Jangka panjang akan menuju E50,” kata Zulhas.

Baca juga artikel terkait BIOETANOL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher