tirto.id - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengaku mendapatkan penawaran utang murah (soft loan bond) dari Just Energy Transition Partnership (JETP).
Menurut Eniya, JETP menawarkan utang murah untuk pengembangan energi baru terbarukan di Tanah Air. Eniya mengajukan agar utang murah itu dialokasikan untuk pengembangan energi via pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Kemarin saya didatangi oleh JETP, anggota EU, itu juga menawarkan seperti bond loan, soft, very soft loan. Saya sih mengarahkannya untuk ke angin [PLTB] atau PLTS terapung," ucap Eniya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Eniya menyebutkan Kementerian ESDM berniat menyeriusi tawaran tersebut. Dengan penawaran itu, pemerintah pusat disebut dapat semakin cepat merealisasi proses penjualan karbon.
Kata dia, sejalan dengan hal tersebut, Kementerian ESDM tengah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Kementerian ESDM disebut hendak merevisi harga pembelian tenaga listrik dari sumber energi terbarukan. Mengingat, embusan angin Indonesia yang terbilang cukup kencang hingga mencapai 31 meter per detik saat El Nino. Adapun embusan angin saat El Nino digunakan sebagai daya PLTB.
"Karena untuk mengakselerasi itu dan kita bisa segera juga menjual karbonnya," tutur dia.
"Harga di situ [Perpres Nomor 112 Tahun 2022] nanti saya bahas lagi karena apa, El Nino ini justru malah potensi anginnya itu bisa full 24 jam. Kita itu punya kecepatan angin sampai 31 meter per second, tapi di satu titik rentangnya dari 3 meter per second. Nah, ini, makanya gear, kekuatan mesinnya, rotornya itu juga harus disesuaikan," lanjut Eniya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































