Menuju konten utama

Penduduk Jepang Usia 1 Abad Meningkat di Saat Turunnya Populasi

Jumlah penduduk Jepang berusia 100 tahun ke atas meningkat hingga 107.677 jiwa pada September. Hal ini menjadi indikator baiknya tingkat harapan hidup.

Penduduk Jepang Usia 1 Abad Meningkat di Saat Turunnya Populasi
Ilustrasi lansia Jepang. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seiring berkurangnya angka kelahiran di Jepang, kelompok penduduk berusia lebih dari 1 abad justru meningkat di negara tersebut. Untuk pertama kalinya, jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas di negara ini kini mencapai 100.000 jiwa.

Jumlah penduduk berusia seabad di Jepang merupakan bagian dari tren peningkatan populasi lansia Negeri Sakura itu. Seturut CNN, dalam lima dekade terakhir, populasi lansia berusia 100 tahun ke atas terus meningkat hingga mencapai 107.677 jiwa pada September ini.

Total populasi lansia ini sebelumnya diungkap oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang pada Selasa (15/9/2026). Dalam keterangannya, Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno menyambut positif data tersebut, yang ia sebut menjadi indikator kesehatan jangka panjang para penduduk Jepang.

“Saya sangat senang bahwa banyak orang tetap aktif dan sehat dalam jangka waktu yang lama,” tuturnya kepada para wartawan.

Melansir Yomiuri Shimbun, Pemerintah Jepang telah secara rutin merilis statistik populasi lansia setiap bulan September untuk memperingati Hari Penghormatan Lansia di sana. Pemerintah Jepang pertama kali merilis statistik ini pada 56 tahun yang lalu dan sejak itu merilisnya secara berkala setiap tahun.

Jumlah populasi lansia terbaru tersebut sejalan dengan indeks usia harapan hidup Jepang, yang menurut Bank Dunia tertinggi se-Bumi. Lembaga internasional itu merilis indeks harapan hidup negara-negara di dunia pada 2024 lalu dan menempatkan Jepang di posisi pertama dengan rerata harapan hidup penduduknya mencapai 84 tahun.

Kendati Jepang juga dikenal dengan reputasinya sebagai tempat jam kerja diberlakukan secara ekstrem, para ilmuwan mengaitkan fenomena umur panjang penduduk Jepang sebagai hasil pola hidup yang umum diterapkan di negara itu. Para penduduk Jepang disebut terbiasa dengan pola makan sehat dan sistem perawatan kesehatan yang canggih.

Kini, Jepang juga menjadi rumah bagi beberapa manusia tertua di dunia yang masih hidup. Beberapa di antaranya adalah Fuyo Kishimoto dari Kyota yang berusia 114 tahun dan Hikaru Kato dari Kumamoto yang berusia 112 tahun. Hikaru Kato disebut masih sehat hingga kini dengan nafsu makan yang baik dan tetap rutin berolahraga di panti jompo meski usianya tak lagi muda.

Pada akhir tahun fiskal 2026, jumlah populasi penduduk berusia 100 tahun di Jepang berpotensi makin meningkat. Hal ini lantaran kini ada 54.294 lansia di Jepang yang akan berusia 100 tahun dalam waktu dekat.

Tingkat Kelahiran di Jepang Masih Rendah

Akan tetapi, kendati temuan tersebut disambut sebagai indikator kesejahteraan oleh Pemerintah Jepang, namun peningkatan jumlah lansia telah memberikan tekanan pada permasalahan seputar krisis populasi. Tingkat kelahiran di Jepang terus menyusut sehingga total populasi Jepang justru berkurang dari tahun ke tahun.

Situasi itu telah berdampak mulai menciptakan dampak turunan di Jepang. Di sektor tenaga kerja, Jepang makin mengandalkan pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan buruh terampil dan para pekerja kerah biru bagi industri di sana. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan itu telah membuat Jepang jadi salah satu destinasi utama bagi para buruh migran di Asia.

Selain itu fenomena itu juga telah menciptakan dampak turunan berupa menguatnya sentimen anti-orang asing. Isu ini kini telah digunakan para politisi Jepang untuk menggaet suara para pemilih dan pada akhirnya berimbas pada sentimen publik dan kebijakan imigrasi negara tersebut.

Baca juga artikel terkait LANSIA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar