tirto.id - Haji ramah lansia dan disabilitas yang diusung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadi acuan dalam implementasi pelayanan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memberikan pelayanan optimal, salah satunya lewat program daily care.
Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKPPJH) dan Layanan Lansia Disabilitas (Landis), dr Ridwan Siswanto, mengatakan, tim landis bersama tenaga kesehatan melakukan daily care bagi jemaah lansia dan disabilitas. Misalnya membantu memandikan, membersihkan badan dan gigi, termasuk membantu buang air.
“Kami juga mengadakan program dengan kartu kendali. Kartu kendali itu kita membuatnya program itu demi keamanan dan kenyamanan jemaah haji lansia, khususnya yang berkursi roda," kata Ridwan kepada Tim Media Center Haji, di Makkah.
Tim landis, kata Ridwan, juga membantu mobilitas jemaah lansia berkursi roda ke bus shalawat serta memfasilitasi dengan pendorong kursi roda resmi saat ibadah di Masjidil Haram.

“Biasanya kan saat bus datang, pendorong kursi roda menyerbu. Dengan kartu kendali, diharapkan jamaah mendapatkan pendorong kursi roda resmi,” tuturnya.
Lewat kartu kendali, jemaah yang mau melaksanakan umrah wajib maupun ibadah lainnya di Masjidil Haram, akan dibantu dicarikan jasa pendorong yang legal. Pendorong nantinya akan dikasih kartu kendali dan baru dibayar tunai usai si jemaah terkait selesai melaksanakan ibadahnya.
Selain itu, kata Ridwan, untuk menunjang pergerakan jemaah, PPIH Daker Makkah menyediakan bus shalawat dengan spesifikasi yang menunjang jamaah berkursi roda.
Total ada 52 unit bus yang disebar ke lima sektor pemondokan jemaah haji di Makkah. Bus spesifikasi khusus ini bisa dipesan oleh sektor saat ada jemaah yang membutuhkan.
Guna menunjang kebugaran lansia, Ridwan mengungkapkan, pihaknya bersinergi dengan tim pembimbing ibadah (bimbad) Daker Makkah melaksanakan senam bersama saat visitasi dan edukasi (visduk) di sektor-sektor.
Dari sisi konsumsi, timnya juga berusaha memberikan layanan. “Seperti ada yang minta bubur, ada yang minta jus, ya itu nanti juga kita siapkan juga,” kata Ridwan.
Mengenai fasilitas akomodasi, dokter yang berdinas di RSPAD dr Gatot Soebroto ini menyatakan, banyak hotel di Makkah yang makin lengkap sarana penunjangnya bagi jemaah lansia.
Misalnya, semua hotel telah menyediakan track bagi kursi roda masuk ke hotel, kamar mandi dilengkapi pegangan agar lansia tidak mudah terjatuh, dan sebagainya.
Namun, dia mengakui bahwa tantangan tim landis tidak mudah melayani banyaknya jamaah haji lansia. Sebab, jumlah tim landis di Daker Makkah kurang dari 200 orang yang disebar ke 10 sektor. Sementara, jumlah jamaah haji lansia saat ini sekitar 48 ribu orang.
"Dengan jumlah petugas yang tidak rasional dengan jumlah jemaah yang harus dilayani, kami tetap sekuat tenaga bisa melayani para jamaah ini dengan baik,” kata Ridwan.

Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































