tirto.id - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) membalikkan kinerja keuangan dari rugi menjadi laba pada semester I 2026. Mengutip laporan keuangan perusahaan, laba komprehensif untuk periode Januari-Juni lalu mencapai Rp54,08 miliar. Capaian ini berbalik dari rugi Rp135,61 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp10,33 miliar, dibandingkan rugi Rp95,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penjualan bersih yang naik menjadi Rp4,70 triliun pada semester I 2026 dari Rp4,37 triliun pada semester I 2025.
Secara operasional, segmen distribusi masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan kepada pelanggan eksternal mencapai Rp2,08 triliun pada semester I 2026. Namun, angka tersebut turun sekitar 51,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp4,33 triliun.
Di sisi lain, segmen ritel mencatat penjualan sebesar Rp1,86 triliun, meningkat signifikan sekitar 41,3 persen dari Rp1,32 triliun pada semester I 2025. Kenaikan ini menjadikan ritel sebagai penyumbang utama pertumbuhan pendapatan perseroan.
Sementara itu, segmen manufaktur membukukan penjualan sebesar Rp395,57 miliar, turun sekitar 45,7 persen dibandingkan Rp729,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Adapun segmen lainnya mencatat penjualan Rp363,71 miliar, merosot sekitar 54,8 persen dari Rp804,03 miliar.
Dari sisi profitabilitas, segmen distribusi menjadi penyumbang laba terbesar dengan laba segmen sebesar Rp8,16 miliar, berbalik dari rugi Rp1,32 miliar pada semester I 2025. Segmen lainnya juga membukukan laba sebesar Rp376,27 juta, membaik dari rugi Rp51,25 miliar pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, segmen manufaktur masih mencatat rugi sebesar Rp41,66 miliar, meski membaik dibandingkan rugi Rp81,72 miliar pada semester I 2025. Segmen ritel turut membukukan rugi Rp87,21 miliar, lebih dalam dibandingkan rugi Rp31,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan capaian pendapatan tersebut, Kimia Farma masih mampu meningkatkan laba bruto menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,56 triliun—meski beban pokok penjualan naik 7,9 persen menjadi Rp3,03 triliun dari Rp2,81 triliun. Di sisi lain, beban usaha juga meningkat menjadi Rp1,56 triliun dari Rp1,50 triliun.
Kinerja perseroan juga turut ditopang lonjakan pendapatan lain-lain neto menjadi Rp42,52 miliar dari Rp7,02 miliar, serta penurunan beban keuangan menjadi Rp235,97 miliar dari Rp250,08 miliar. Sementara itu, penghasilan keuangan melonjak menjadi Rp151,54 miliar dari Rp58,05 miliar.
Alhasil, laba usaha meningkat menjadi Rp152,21 miliar dari Rp72,02 miliar, sedangkan laba sebelum pajak berbalik menjadi Rp67,79 miliar dari rugi Rp120,01 miliar pada semester I 2025.
Dengan posisi tersebut, Kimia Farma mampu mengemas laba bersih sebesar Rp54,08 miliar setelah membukukan beban pajak sebesar Rp13,71 miliar.
Adapun dari sisi neraca, total aset Kimia Farma hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp14,70 triliun atau meningkat dari Rp14,18 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas juga naik menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,74 triliun. Sedangkan, total liabilitas meningkat menjadi Rp11,91 triliun dari Rp11,45 triliun.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































