Menuju konten utama

Profil Muhammad Masyhud Eks Dirjen Hubla dan Harta Kekayaannya

Muhammad Masyhud dicopot dari jabatan Dirjen Hubla. Simak profil, perjalanan karier, dan harta kekayaan eks Dirjen Hubla Kemenhub tersebut.

Profil Muhammad Masyhud Eks Dirjen Hubla dan Harta Kekayaannya
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido yang beroperasi di Kabupaten Supiori, Papua dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). FOTO/Kemenhub
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencopot Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud pada Jumat (18/9/2026). Berikut profil dan harta kekayaan Muhammad Masyhud, eks Dirjen Hubla.

Setelah pencopotan tersebut, untuk sementara posisi Dirjen Hubla diisi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan Farida Makhmudah mengatakan, pergantian pimpinan di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Perhubungan menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya di bidang keselamatan dan pengawasan pelayaran.

Selain Dirjen Hubla, Dudy juga mengganti Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), dengan pergantian tersebut disebut dilakukan karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun.

Profil Eks Dirjen Hubla Muhammad Masyhud

Muhammad Masyhud, S.T., M.T., lahir di Jakarta pada 22 Juni 1970. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Muhammadiyah XII Jakarta dan menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 33 Jakarta pada 1986, sebelum melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 3 Jakarta yang diselesaikannya pada 1989.

Muhammad Masyhud memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Universitas Indonesia (UI) dan kemudian meraih gelar Magister Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karier profesionalnya berkembang di lingkungan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pada 2007, ia tercatat terlibat sebagai Project Leader dalam pengembangan Pelabuhan Wani di Sulawesi Tengah, kemudian pada 2009 menjalankan peran serupa dalam pengembangan Pelabuhan Garongkong di Sulawesi Selatan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum menduduki sejumlah posisi struktural di Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan riwayat jabatan yang tercantum dalam LHKPN, pada 2018 Muhammad Masyhud menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Perancangan dan Program Pembangunan Fasilitas Pelabuhan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Pada 2019, ia dipercaya sebagai Kepala Subdirektorat Pelayanan Jasa dan Usaha Pelabuhan, selanjutnya, pada 2022 ia menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke tingkat direktur pada 2023 dan mencapai posisi pimpinan tertinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 2025., tepatnya pada 9 Mei 2025, Muhammad Masyhud mulai menjalankan amanah sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut, menggantikan Capt. Antoni Arif Priadi yang selanjutnya dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan.

Selain kiprahnya di pemerintahan, pengalaman Muhammad Masyhud juga mencakup keterlibatan dalam tata kelola perusahaan di sektor transportasi dan maritim.

Ia tercatat menjabat sebagai President Commissioner PT Pelindo Marine Service sejak 1 Agustus 2024 berdasarkan keputusan pemegang saham perusahaan, dan pada 10 Maret 2026 diangkat sebagai President Commissioner PT Pelita Air Service berdasarkan Keputusan Edaran RUPS mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris.

Harta Kekayaan Eks Dirjen Hubla Muhammad Masyhud

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang disampaikan oleh Muhammad Masyhud pada 26 Maret 2026, total harta kekayaannya mencapai Rp2,16 miliar.

Aset pertama berupa tanah dan bangunan seluas 142 m2/110 m2 di Kota Depok dengan nilai Rp575.000.000. Selain itu, terdapat sebidang tanah seluas 136 m2 di Kota Depok dengan nilai Rp450.000.000.

Di bagian alat transportasi dan mesin, Muhammad Masyhud melaporkan lima kendaraan. Pertama, SYM Joyride 200i EVO A/T tahun 2013 dengan nilai Rp14.500.000, kedua, Yamaha Lexi S tahun 2018 senilai Rp14.500.000, ketiga, Chevrolet Captiva 2.0 A/T Diesel tahun 2011 senilai Rp92.000.000, yang dalam laporan dicantumkan dengan keterangan hasil sendiri dan hadiah.

Kendaraan keempat adalah Kia Sonet tahun 2022 senilai Rp230.000.000, dan terakhir Yadea E8S Pro A/T tahun 2024 senilai Rp14.500.000.

Selain properti dan kendaraan, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp123.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp650.641.000. Laporan kemudian mencatat hutang Muhammad Masyhud nihil, sehingga total harta kekayaannya adalah Rp2.164.141.000.

Baca juga artikel terkait DIRJEN HUBLA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra