Menuju konten utama

Polda Metro Bentuk Satgas Amankan Pilkades di 154 Desa Bekasi

Budi mengatakan, Satgas yang terdiri atas Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Kabupaten Bekasi itu juga akan menindak judi dan kehadiran Botoh.

Polda Metro Bentuk Satgas Amankan Pilkades di 154 Desa Bekasi
Kabid Humas, Kombes Budi Hermanto (kanan) dan Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Dok: Huda/Tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya mematangkan pengamanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 154 desa di Kabupaten Bekasi, yang dijadwalkan akan digelar Minggu (20/9/2026).

Polda Metro Jaya, lewat Ditreskrimum Polda Metro Jaya, bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi membentuk Satgas khusus untuk mengantisipasi berbagai kerawanan, termasuk intervensi perjudian ilegal dan campur tangan “botoh”.

“Direktorat Kriminal Umum sudah membentuk Satgas bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi, akan menindak tegas apabila menemukan terkait tentang perjudian karena ini memberikan dampak terkait tentang tidak murninya lagi prosesi elektabilitas tentang pemilihan kepala desa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kepolisian menjelaskan, Pilkades pada dasarnya merupakan kompetisi wajar di mana ada pihak yang menang dan kalah. Namun, integritas kontestasi tersebut rawan ternoda apabila ditunggangi oleh kepentingan taruhan finansial.

“Sebenarnya (dalam) pemilihan kepala desa, ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi (kerap) diduga ditunggangi oleh permainan judi atau yang kita kenal dengan botoh,” ujar Budi.

Untuk diketahui, botoh identik dengan penjudi atau pengambil taruhan yang memasang taruhan besar atas kemenangan atau kekalahan pasangan calon tertentu.

Dalam kontestasi pemilihan lokal, botoh marak mengatur strategi lapangan seperti dengan mengalirkan dana pembelian suara untuk mengarahkan pilihan.

Tim mitigasi saat ini telah diterjunkan ke lapangan untuk mengawasi dan memproses hukum pelaku yang kedapatan bermain curang.

“Saat ini Ditreskrimum sudah turun untuk memitigasi, mencari. Apabila menemukan, pasti akan kita proses dengan hukum yang berlaku," tegas Budi.

Dalam aspek pengamanan di lapangan, Polda Metro Jaya memastikan akan menggunakan pendekatan persuasif dan humanis. Jajaran kepolisian mengeluarkan instruksi bagi anggotanya yang bertugas agar tidak membawa senjata api selama mengawal jalannya pemungutan suara.

“Disampaikan oleh bapak kapolda, tidak diperbolehkan bagi anggota Polri membawa senjata api, karena pendekatan ini adalah pendekatan humanis. Walaupun ada kejadian-kejadian, kita akan mencari solusi membuat situasi tetap aman, damai, dan dapat dikendalikan,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait KEPALA DESA atau tulisan lainnya dari Khizbulloh Huda

tirto.id - Flash News
Reporter: Khizbulloh Huda
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Andrian Pratama Taher