Menuju konten utama

Kronologi Ledakan di Pabrik Blesscon Lamongan: 4 Orang Tewas

Ledakan disusul kebakaran terjadi di Pabrik Blesscon Lamongan. Empat pekerja tewas dan tiga lainnya dirawat. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.

Kronologi Ledakan di Pabrik Blesscon Lamongan: 4 Orang Tewas
Ledakan di Pabrik Blesscon Lamongan. FOTO/iSstimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ledakan disusul kebakaran terjadi di PT Superior Prima Sukses (SPS) atau Blesscon di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Kamis (17/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Empat orang tewas dan kerugian materil mencapai Rp1 miliar.

Pada laporan awal, satu pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sedangkan enam pekerja lainnya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun, hingga Jumat (18/9/2026) pagi, jumlahnya bertambah menjadi total empat pekerja meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Dari laman Instagram resminya, PT Superior Prima Sukses (SPS) adalah perusahaan manufaktur bata ringan (AAC Block) terbesar di Indonesia, dengan total kapasitas produksi dari 5 plant adalah 5.6 jt/m3 per tahunnya.

Kronologi Ledakan di Pabrik Blesscon Lamongan

Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di fasilitas produksi PT Superior Prima Sukses (SPS), di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Insiden tersebut terjadi di ruang pengendapan produksi bata ringan dan diawali dengan ledakan yang kemudian disusul kebakaran. Saat kejadian, terdapat sejumlah pekerja di area tersebut. Polisi hingga kini masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan ledakan hingga akhirnya api melanda ruang pengendapan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Lamongan, Rayin, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran dari bagian personalia pabrik sekitar pukul 00.40 WIB, atau sekitar 10 menit setelah kejadian.

Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan satu armada pemadam kebakaran dari Korwil Babat menuju lokasi. Petugas Damkar kemudian melakukan upaya pemadaman di area ruang pengendapan yang terbakar. Dalam proses tersebut, petugas dibantu empat personel dari Polsek Pucuk dan tiga personel dari rumah sakit.Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB. Dalam proses pemadaman, petugas Damkar Korwil Babat dibantu empat personel dari Polsek Pucuk dan tiga personel dari rumah sakit," urai Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan, Rayin dikutip Antara, Kamis (17/9/2026).

Kebakaran diketahui terjadi pada ruang pengendapan yang berukuran sekitar 20 x 25 meter. Meskipun api cukup besar, kebakaran tidak sampai merambat ke gedung operasional maupun gedung produksi utama sehingga kedua bangunan tersebut berhasil diselamatkan. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut untuk sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Terdapat tujuh pekerja yang menjadi korban dengan satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan enam pekerja lainnya mengalami luka, termasuk luka bakar, dan dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga pagi ini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang, sedangkan tiga korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Empat pekerja yang meninggal dunia, antara lain:

  • IS (36): warga Kedungpring, Lamongan, sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB pada Jumat (18/9).
  • RF (20): warga Laren, Lamongan, juga sempat mendapatkan perawatan di RSML sebelum akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 09.30 WIB di rumah sakit tersebut.
  • F (31): warga Turi, Lamongan, juga sempat mendapatkan perawatan di RSML. Karena kondisinya, korban kemudian dibawa menuju RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, F meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
  • MSF (25): warga Babat, Lamongan, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain 4 pekerja yang meninggal dunia, tiga korban lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mereka adalah:

  • AAW (31): warga Pucuk, Lamongan, yang dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya;
  • SK (36): warga Simokerto, Surabaya, yang dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya;
  • ADR (20): warga Laren, Lamongan, yang juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Setelah kejadian, Satreskrim Polres Lamongan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari tahu penyebab ledakan dan kebakaran. Pemeriksaan lokasi juga melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Tim tersebut dilibatkan untuk membantu penyidik mengidentifikasi sumber ledakan dan faktor yang kemungkinan memicu kebakaran di area pabrik. Petugas juga masih mengumpulkan informasi serta bukti dari lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.

Sampai hari ini, penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih belum diketahui karena penyelidikan masih berlangsung. Polisi menyatakan tidak ingin mendahului hasil investigasi dan akan menyampaikan perkembangan berdasarkan fakta yang ditemukan selama proses pemeriksaan.

"Penyidik kami dari Satreskrim Polres Lamongan sedang melaksanakan olah TKP. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," janji Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansah dilansir Tribrata News, Jumat(18/9/2026).

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra