Menuju konten utama

Fakta-Fakta Kebakaran Melanda Lahan Dekat POJ City Semarang

Kebakaran lahan dekat Mall 23 POJ City Semarang melanda sekitar 10 hektare dan padam setelah tujuh jam. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.

Fakta-Fakta Kebakaran Melanda Lahan Dekat POJ City Semarang
Kebakaran lahan terjadi di kawasan POJ Marina, Kota Semarang, Rabu, 16 September 2026. x/ Syahfi_I
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hebat melanda lahan kosong di dekat Mall 23, kawasan Pearl of Java (POJ) City, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (16/9/2026) malam.

Api yang mulai dilaporkan sekitar pukul 18.55 WIB itu membakar lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Kebakaran akhirnya berhasil ditangani pada Kamis (17/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Besarnya kobaran api dan kepulan asap membuat situasi di sekitar lokasi sempat mengkhawatirkan. Namun, asap disebut tidak sampai ke area mal.

Dari penyelidikan awal, kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran rumput kering oleh salah seorang dari pemancing yang saat melakukan aksinya disebut sedang dalam keadaan mabuk.

Tiga orang telah dimintai keterangan oleh polisi dan dipulangkan, sedangkan orang yang diduga melakukan pembakaran masih dalam penyelidikan.

Fakta-Fakta Lahan Dekat POJ City Semarang Terbakar

Berikut fakta-fakta penting terkait kebakaran lahan kosong di dekat Mall 23, POJ City, Semarang:

1. Kebakaran terjadi di lahan kosong belakang Mall 23, POJ City, Semarang Barat

Api mulai dilaporkan pada Rabu (16/9/2026) pukul 18.55 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB pada Kamis (17/9). Proses pemadaman berlangsung sekitar tujuh jam.

2. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare

Api membesar dan titiknya berpindah-pindah hingga merembet hampir satu kilometer, termasuk ke area di samping Mall 23. Meski demikian, asap disebut tidak sampai ke area mal.

3. Pemadaman menghadapi kendala akses

Lahan terbakar berada di belakang mal dan dipisahkan sungai selebar sekitar 50 meter. Petugas sempat kesulitan menyeberang dan baru mendapatkan perahu. Akses jalan menuju lokasi juga sempat tertutup portal hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

4. Kebakaran diduga dipicu pembakaran rumput kering

Menurut Damkar Kota Semarang, empat orang pemancing yang sedang mencari ikan atau kerang berada di lokasi dan disebut dalam kondisi mabuk. Setelah ditegur sekuriti POJ City, salah seorang diduga marah lalu membakar rumput kering yang kemudian memicu kebakaran.

Tiga orang telah dimintai keterangan polisi, tetapi tidak ditahan. Polsek Semarang Barat menyatakan ketiganya diperiksa sebagai saksi terkait aktivitas mereka di lokasi, kemudian dipulangkan. Sedangkan orang yang diduga melakukan pembakaran masih belum ditemukan dan kasusnya masih diselidiki.

5. Damkar mendapat bantuan PMI dan memanfaatkan air sungai

Untuk mendukung proses pemadaman, PMI Kota Semarang membantu suplai air. Petugas Damkar menggunakan pompa portabel untuk mengambil air dari sungai di sekitar lokasi.

Respons POJ City soal Kebakaran di Lahannya

POJ City merespons kebakaran tersebut dengan menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi pada Rabu (16/9/2026) di lahan yang bersebelahan dengan kawasan POJ City.

Dalam pernyataan resminya melalui akun Instagram @POJ City, pihak pengelola menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang mereka terima, api telah berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Pemerintah Kota Semarang.

POJ City juga memberikan apresiasi kepada para petugas atas kesigapan, kerja keras, dan upaya maksimal dalam menangani kebakaran tersebut.

Selain itu, POJ City menegaskan bahwa lahan yang terbakar bukan merupakan bagian dari Kawasan POJ City.

“Izinkan kami menginformasikan bahwa lahan tersebut bukan bagian dari Kawasan POJ City. Sehingga kami tidak memiliki cukup kewenangan atas penanganan kejadian tersebut,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

POJ City juga mengingatkan masyarakat bahwa kondisi masih memasuki musim kemarau, ketika cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

“Sebagai pengingat bagi kita semua, saat ini masih musim kemarau sehingga cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan resiko terjadinya kebakaran. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan sekitar,” tutup mereka.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN MAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra