tirto.id - Polemik didepaknya rapper Macklemore dari konser Ed Sheeran berlanjut. Belakangan, Robert Kraft disebut sebagai salah satu pihak yang membuat Macklemore batal tampil di sisa tur konser Ed Sheeran. Siapa Robert Kraft dan bagaimana bisa ia turut memengaruhi keputusan kontroversial itu?
Sebelumnya, polemik dalam pelaksanaan Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat (AS) telah menyita perhatian penikmat musik di banyak negara. Hal ini berawal dari kalimat “Free Palestine” yang diteriakkan Macklemore dalam pertunjukan di MetLife Stadium, New Jersey pada 4 September lalu.
Karena hal tersebut, rapper asal AS itu didepak dari jajaran musisi pembuka dalam tur konser Ed Sheeran di AS. Keputusan ini kemudian memicu sejumlah musisi yang dijadwalkan turut tampil dalam konser tersebut memilih mengundurkan diri.
Belakangan, pihak promotor konser, Messina Touring Group, membuat pernyataan resmi terkait polemik ini. Dalam keterangan mereka, keputusan mendepak Macklemore turut dipengaruhi oleh sikap pengelola lokasi konser.
Messina Touring Group menyebut sejumlah pengelola lokasi pada konser yang akan datang telah mengungkapkan keengganan mereka untuk mengizinkan Ed Sheeran tampil jika Macklemore masih termasuk dalam line up. Salah satu pengelola itu dilaporkan adalah miliarder AS bernama Robert Kraft.
Menukil Times of India, Robert Kraft turut disinggung Macklemore ketika menjelaskan duduk perkara polemik versinya. Macklemore menyebut Kraft merupakan pihak yang telah menekan para pengelola lokasi konser Ed Sheeran di kemudian hari dalam membatalkan izin penggunaan venue jika rapper tersebut tetap tampil.
Sementara itu, Ed Sheeran telah membuat pernyataannya sendiri terkait polemik yang terjadi. Seturut The Guardian, pelantun “Shape of You” itu menyebut dirinyaa sudah mengupayakan dialog semua pihak yang terlibat. Namun, keputusan mendepak Macklemore lantas menjadi keputusan final yang dikeluarkan pihak promotor.
“Keluarnya Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, itu bukan keputusanku,” tulis Sheeran dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya.
Ia juga menyebut pada akhirnya lebih memilih untuk mengikuti keputusan promotor karena ia tak mau “mengecewakan para fans yang telah membuat rencana [menonton konser], pun meninggalkan para kru dan para artis pendukung lainnya juga musisi lain yang bergantung padaku untuk mencari nafkah.”
Namun, terlepas dari polemik itu, siapa sebenarnya Robert Kraft yang disebut jadi salah satu pihak yang memicu pendepakan Macklemore itu?
Sosok Robert Kraft dan Jejak Advokasi Yahudi
Robert Kraft selama ini dikenal sebagai miliarder asal AS. Ia merupakan pemilik sejumlah perusahaan, termasuk klub sepak bola New England Revolution dan klub American football New England Patriots.
Statusnya sebagai pemilik klub New England Patriots itulah yang membuatnya terlibat dalam polemik pendepakan Macklemore dari konser Ed Sheeran. Pada 25 dan 26 September 2026, Ed Sheeran dijadwalkan manggung di stadion markas New England Patriots, Gillette Stadium, di Massachusetts.
Menukil majalah Town & Country, Robert Kraft merupakan pemilik klub tersebut sejak dibelinya pada 1994 lalu. Kala itu, Kraft membeli Patriot dengan harga USD172 juta.
Gillette Stadium, yang dijadwalkan jadi lokasi konser Ed Sheeran, juga dibangun dan dimiliki oleh Kraft. Stadion ini baru dibuka pada 2002 lalu dan sejak awal diperuntukkan bagi kandang anyar bagi New England Patriots yang kala itu masih tergolong baru dimiliki Kraft.
Di era Kraft itu, Patriots kemudian menjadi salah satu klub NFL tersukses kini. Namun, era itu dapat tercipta karena besarnya kekayaan yang dimiliki Robert Kraft.
Kraft adalah seorang pengusaha berdarah Yahudi. Statusnya sebagai taipan bermula ketika ia kuliah dan bertemu, Myra Hiatt, perempuan yang kelak jadi istrinya.
Tak seperti Kraft yang merupakan anak penjahit, Hiatt merupakan anak pengusaha dengan skala yang lebih besar. Keluarganya adalah pemilik perusahaan pengemasan bernama Rand-Whitney Group.
Perusahaan milik Hiatt itulah yang kemudian membawa Kraft menuju tangga kekayaan. Setelah menikah dengan Hiatt, Kraft bekerja di Rand-Whitney Group.
Dari yang semula hanya bekerja, Kraft kemudian memimpin Rand-Whitney Group pada 1968. Sejak itu usaha Kraft berkembang.
Dalam biografinya, Kraft menyebut dirinya kini memiliki portofolio lebih dari 100 investasi ventura dan ekuitas swasta. Sumber kekayaan Kraft itu termasuk klub New England Revolution yang bertanding di MLS.
Kini, Kraft juga dikenal sebagai taipan pendukung Donald Trump. Kendati Kraft merupakan anggota Partai Demokrat, namun ia memiliki hubungan pertemanan dengan Trump. Pada 2017 lalu, Kraft bahkan turut menyumbangkan hartanya untuk pelantikan Trump sebagai Presiden AS.
Tak hanya itu, Kraft juga selama ini dikenal sebagai pengusaha dengan rekam jejak advokasi bagi Israel dan komunitas Yahudi. Melansir Economic Times, ia telah menghabiskan jutaan dolar untuk membiayai perjalanan para atlet dan mantan atlet NFL berkunjung ke Israel.
Pada 2019 lalu, Kraft membentuk Foundation to Combat Antisemitism. Ia juga membentuk Blue Square Alliance Against Hate, sebuah inisiatif untuk mengampanyekan perlawanan terhadap antisemitisme bagi publik AS, pada 2025.
Akan tetapi, sebelum kini terlibat polemik tur konser Ed Sheeran, nama Kraft pernah tercoreng akibat kasus prostitusi. Pada 2019, ia didakwa dua tuduhan karena telah meminta dan membayar layanan prostitusi.
Kasus tersebut sempat diproses hukum. Namun, pada 2020, kasus ini ditutup pengadilan dengan alasan kurangnya alat bukti.
Sekarang, namanya kembali jadi kontroversi dalam polemik pendepakan Macklemore. Ia disebut menjadi katalisator bagi para pengelola tempat konser yang dijadwalkan untuk menolak izin penggunaan jika Macklemore masih termasuk dalam line up.
Sikapnya itu kemudian juga memicu pengunduran diri para musisi pembuka konser Ed Sheeran. Salah satunya adalah musisi Irlandia Aaron Rowe.
“Sebagai warga Irlandia, saya tahu betul tentang genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan yang kejam. Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang benar dari mereka yang berbicara menentang genosida Israel dan yang menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak.” kata Rowe dalam pengumuman pengunduran dirinya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































