tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat, mengatakan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) baru mencakup sekitar 60 kabupaten/kota. Sementara itu, masih ada sekitar 470 kabupaten/kota yang belum tersedia PSEL.
Menurut dia, persoalan sampah memang masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah. Pemerintah disebut juga akan mendirikan PSEL untuk ratusan wilayah tersebut.
"Jadi, PSEL ini, kira-kira meng-cover sekitar baru 60-an kabupaten/kota. Masih ada 470-an kabupaten/kota yang harus dikerjakan, dan ini menjadi tanggung jawab kita sama-sama di bawah Pak Menko Pangan, dan saya juga khususnya karena saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, tentu dengan bantuan dari semua," ucapnya saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Kata dia, persoalan sampah juga tetap berjalan selama proses pembangunan PSEL. Karena itu, penyelesaian persoalan sampah harus terus dilakukan hingga 2029.
Jumhur mengatakan, pemerintah pun tidak menutup diri terhadap teknologi yang dapat mengolah sampah. Misalnya, teknologi mengolah sampah menjadi energi atau pengganti baru bara.
"[Persoalan sampah] Masih banyak bebannya, dan berbagai teknologi kita welcome, yang tidak harus menjadi listrik, tapi bisa menjadi pirolisis yang dikerjakan KSAD, [menjadi] solar, menjadi RDF [refused derived fuel], menjadi green coal, pelletizing seperti batu bara, dan sebagainya," ujarnya.
Proyek PSEL Bogor Raya 1 Telan Investasi Rp2,8 Triliun
Pada kesempatan yang sama, CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir menyatakan, proyek PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi Rp2,8 triliun.
"Inisiatif ini juga bernilai 2,8 triliun dari sisi investasi dan insya Allah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200," ucapnya saat meresmikan pembangunan PSEL Bogor Raya 1, Kamis.
Pandu mengatakan, kapasitas pengelolaan sampah PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mencapai lebih dari 500.000 ton per tahun. Jumlah itu disebut setara dengan sekitar 45 persen sampah dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.
Sementara itu, dari sisi lingkungan, PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen. Proyek tersebut juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton karbondioksida per tahun.
Ia melanjutkan, PSEL Bogor Raya 1 turut ditargetkan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Proyek itu pun ditargetkan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































