Menuju konten utama

Fungsi Giant Sea Wall Dibangun di Pantura & Target Selesainya

Pembangunan tanggul laut raksasa Tangerang-Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah. Tanggul ini akan melindungi penduduk dan stabilitas ekonomi.

Fungsi Giant Sea Wall Dibangun di Pantura & Target Selesainya
Sejumlah infrastruktur tiang listrik dan bekas fondasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok lama yang telah hilang terdampak limpasan air laut ke daratan (rob), abrasi serta penurunan muka tanah di pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Balai Operasional Pengelolaan Pesisir dan Laut (BOPPJ) menyelesaikan survei hidro-oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang meliputi data hidro-oseanografi, data geologi kelautan, hingga data kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob sehubungan dengan krisis iklim, sebagai dasar rencana pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk merealisasikan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall demi melindungi masyarakat dan perekonomian pesisir.Tanggul ini membentang dari Tangerang hingga Jawa Timur (Jatim)

Menurut Prabowo, pembangunan infrastruktur pelindung di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa tersebut sangat mendesak mengingat tingginya konsentrasi aktivitas industri dan logistik nasional di kawasan tersebut.

“Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” ujar Prabowo dalam program ‘Presiden Prabowo Menjawab’, dikutip dari rilis Bakom, Kamis (17/9/2026).

Prabowo memaparkan, proyek tanggul laut ini diproyeksikan memberikan perlindungan bagi sekitar 50 juta penduduk serta menjaga stabilitas perekonomian negara. Kawasan Pantura Jawa sendiri menampung 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi, dan menopang porsi besar perputaran logistik.

“Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kita dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia,” ucapnya.

Secara keseluruhan, tanggul laut raksasa ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 575 kilometer. Pengerjaannya terbagi dalam 15 segmen. Prabowo menargetkan proses konstruksi dapat dimulai pada awal 2027 yang didukung minat sejumlah pihak untuk mendanai proyek tersebut.

“Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Prabowo menekankan bahwa proyek strategis nasional ini merupakan investasi jangka panjang bertahap yang membutuhkan waktu puluhan tahun. Durasi pengerjaannya berbeda di setiap daerah.

“Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat,” kata dia.

Secara total, target penyelesaian seluruh segmen giant sea wall diperkirakan memakan waktu hingga 20 tahun. Namun, apabila pengerjaan di lapangan dapat dipercepat, proyek tersebut diharapkan tuntas dalam kurun 10 hingga 15 tahun.

Baca juga artikel terkait TANGGUL LAUT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Ilham Choirul Anwar