tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan menggandeng dosen dan guru besar dari universitas-universitas di Indonesia dalam penelitian dan pengembangan proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan para akademisi tersebut akan dilibatkan dalam persiapan pembangunan giant sea wall sesuai keahlian mereka.
Para akademisi tersebut juga dilibatkan karena sudah banyak penelitian bahkan uji coba pembangunan tanggul laut, khususnya di Demak, Semarang, Jawa Tengah.
"Banyak hasil-hasil penelitian di kampus, ya, yang juga sudah uji coba salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat," ungkap Brian, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Sebagai tindak lanjut atas pelibatan ini, pekan depan Badan Otorita Tanggul Laut Pantura atau Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) akan mengundang para akademisi untuk bertemu. Dalam hal ini, pemerintah akan meminta pendapat para ahli terkait bagaimana melakukan reklamasi dan lain sebagainya.
"Nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia," tambah Brian.
Selain pembuatan kajian teknis, para akademisi akan dilibatkan langsung dan masuk ke dalam tim yang dipimpin oleh BOPPJ.
"Bahkan lebih dari itu (pembuatan kajian teknis terkait tanggul laut raksasa), langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Kepala Otorita Tanggul Laut," tuturnya.
Menurut Brian, pelibatan para akademisi ini penting untuk dilakukan dalam persiapan pembangunan giant sea wall. Pasalnya, proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diperkirakan mampu menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk dari dari ancaman banjir rob, abrasi, dan kenaikan permukaan air laut.
"Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya," jelas Brian.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































