Menuju konten utama

Penumpang Melonjak, KAI Commuter Tambah Kapasitas Armada & Peron

KAI Commuter telah melayani 86,8 juta pengguna, meningkat 5,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penumpang Melonjak, KAI Commuter Tambah Kapasitas Armada & Peron
Ditektur operasi dan pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bihalal di Commuter Hall Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatatkan tren pertumbuhan penumpang yang signifikan pada awal tahun ini. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Commuter telah melayani 86,8 juta pengguna, meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tingginya mobilitas masyarakat ini mendorong KAI Commuter untuk terus berekspansi, baik melalui penambahan kapasitas armada kereta (trainset) maupun penguatan infrastruktur prasarana di sejumlah stasiun padat penumpang.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap layanan transportasi massal ini terus meningkat. Saat ini, rata-rata volume penumpang harian di wilayah Jabodetabek telah menyentuh angka 983 ribu orang per hari, melesat jauh dibandingkan masa lalu yang berkisar di angka 200 hingga 300 ribu penumpang.

"Pernah mencapai puncaknya di Hari Bhayangkara itu 1,2 juta jiwa pengguna. Ini capaian yang sangat luar biasa," ujar Heri dalam acara silaturahmi bersama media dan komunitas di Commuter Hall Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Tren positif ini juga terlihat selama masa Angkutan Lebaran 2026. KAI Commuter melayani lebih dari 24 juta pengguna (naik 9 persen dari 2025), melampaui proyeksi awal sebesar 22,4 juta pengguna. Rekor penumpang harian pun pecah di berbagai rute aglomerasi seperti Merak, Bandung, Jogja-Palur, hingga Surabaya.

Merespons lonjakan pengguna, KAI Commuter tengah memfinalisasi pengadaan 30 trainset baru pada tahun ini.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memberikan keterangan kepada awak media usai acara Halal Bihalal di Commuter Hall Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kajian mengenai pengadaan 30 armada tambahan tersebut sudah mendekati tahap akhir bersama PT KAI dan pemerintah. Rencananya, armada baru ini akan diprioritaskan untuk lintas pelayanan yang infrastrukturnya sudah mampu menunjang formasi 12 kereta (Stamformasi/SF 12).

Di samping rencana 30 trainset baru tersebut, KAI Commuter juga sedang menyelesaikan pesanan 16 trainset dari PT INKA.

"Yang 16 kan posisi sekarang sudah beroperasi 6 trainset. Satu trainset sudah di Depo Depok sedang proses untuk uji sertifikasi, trainset kedelapan dalam proses pengiriman dari Banyuwangi. Sepuluh trainset sisanya ditargetkan beroperasi seluruhnya di tahun 2026 ini secara bertahap," jelas Karina.

Karina menambahkan, di luar pengadaan 30 trainset baru dan 16 trainset yang sedang berjalan, KAI Commuter juga berencana memesan kembali 8 trainset tambahan ke PT INKA.

Selain kapasitas angkut, infrastruktur stasiun turut menjadi fokus utama. Saat ini, KAI Commuter tengah melakukan pekerjaan perpanjangan peron di Stasiun Bogor yang telah dimulai sejak 15 April lalu.

Perpanjangan peron ini berdampak pada penyesuaian alur penumpang (flow), terutama saat jam sibuk (peak hours). Petugas disiagakan untuk mengatur pergerakan penumpang yang mengarah ke peron 4 dan 5 dari arah hall barat maupun sebaliknya.

"Dalam kondisi kepadatan tertentu sangat dimungkinkan bagi petugas nanti akan mengarahkan pengguna untuk mengoptimalisasi aksesibilitas melalui JPO Paledang. Kami juga sudah melakukan pemasangan kanopi dan penambahan penerangan di pedestrian sementara," jelas Karina.

Pemerintah bersama KAI Commuter juga tengah melakukan kajian final terkait pengembangan prasarana elektrifikasi di jalur Green Line. Skala prioritas pembangunan akan segera ditentukan pada tahun ini, dengan mengedepankan fasilitas keamanan perjalanan dan kenyamanan penumpang.

Di tengah masifnya pengembangan sarana dan prasarana tersebut, pihak KAI Commuter memastikan belum ada pembicaraan terkait penyesuaian atau kenaikan tarif layanan.

"Belum ada update kalau untuk tarif. Karena kita kan tarifnya ditetapkan pemerintah (regulator), kita adalah Public Service Obligation (PSO)," pungkas Karina.

=============

Hanang Septioyudho berkontribusi dalam tulisan ini.

Baca juga artikel terkait KAI COMMUTER atau tulisan lainnya dari Intern tirto

tirto.id - Flash News
Reporter: Intern tirto
Penulis: Intern tirto
Editor: Siti Fatimah