Menuju konten utama

DPR Dukung Langkah KCI Tak Pecat Pegawai di Kasus Tumbler Hilang

KCI diminta dapat verifikasi kabar atau aduan yang diterimanya, agar tidak merugikan pekerja dan instansi akibat kekeliruan persepsi.

DPR Dukung Langkah KCI Tak Pecat Pegawai di Kasus Tumbler Hilang
Tumbler seharga Rp300 ribu yang dipersoalkan oleh akun Thread anitadewI. Tumbler itu disebut tertinggal dan dicuri petugas KAI Commuter. Foto/Istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyambut baik bantahan resmi KAI Commuter Indonesia (KCI) yang menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap pegawainya dalam kasus botol minum atau tumbler penumpang yang hilang.

Kasus tumbler milik penumpang KRL yang hilang viral di media sosial. Buntutnya, bergulir dugaan KCI melakukan pemecatan terhadap seorang pegawai yang terlibat dalam kasus ini.

“KCI sudah menegaskan bahwa pemecatan pegawai tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada aturan kepegawaian dan ketenagakerjaan yang jelas. Itu langkah yang tepat. Keterbukaan informasi juga penting agar tidak ada ruang bagi rumor untuk berkembang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (28/11/2025).

Ke depan, Sarmuji meminta agar pihak KCI dapat memverifikasi seluruh kabar atau aduan viral secara menyeluruh. Tindakan ini penting agar tidak merugikan pekerja dan instansi akibat adanya kekeliruan persepsi.

“Saya meminta manajemen KCI dan seluruh BUMN transportasi untuk berhati-hati sebelum memberikan sanksi atau mengambil keputusan penting berdasarkan informasi awal yang belum tentu benar. Verifikasi dan klarifikasi harus menjadi langkah pertama, bukan justru reaksi spontan karena tekanan opini publik,” lontarnya.

Kemudian, Sarmuji menekankan bahwa isu-isu kecil yang viral di media sosial sering kali dapat menciptakan tekanan yang tidak proporsional bagi pekerja lapangan. Karena itu, ia mendorong KCI untuk memperkuat komunikasi internal, memastikan SOP dijalankan secara konsisten, dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kegaduhan publik.

“Petugas front liner bekerja dalam tekanan tinggi setiap hari. Jangan sampai mereka menjadi korban dari miskomunikasi atau rumor yang belum terverifikasi. Evaluasi penting, tapi harus disertai perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” kata Sarmuji.

Dia juga mengingatkan masyarakat bahwa barang pribadi yang tertinggal di KRL tetap merupakan tanggung jawab pengguna. Layanan lost and found yang sudah tersedia di setiap stasiun seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Di samping itu, dia mengingatkan bahwa penumpang juga tetap perlu memastikan barang bawaannya aman saat naik maupun turun kereta.

“Transportasi publik hanya bisa berjalan dengan nyaman jika ada saling pengertian antara operator dan pengguna. Kesadaran menjaga barang pribadi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengaku pihaknya tak pecat karyawan yang dituduh mencuri tumbler tertinggal senilai Rp300 ribu milik penumpang KRL yang tertinggal. Pernyataan tersebut merespons cerita viral di media sosial terkait pemecatan terhadap karyawan yang bersangkutan.

Karina mengaku bakal menelusuri rentetan peristiwa terlebih dahulu. Menurut dia, KAI Commuter tak langsung memecat karyawan yang bersangkutan karena memiliki prosedur terkait pemecatan karyawan.

"Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/11/2025).

Sebagai informasi, soal tumbler tertinggal senilai Rp300 ribu itu dibagikan pengguna akun Thread bernama anitadewI. Pengguna akun itu semula mengaku barangnya berupa tas pendingin tertinggal saat naik KRL rute Tanah Abang. Saat turun dari Stasiun Rawa Buntu, pengguna akun Thread anitadewI teringat tas pundingnnya tertinggal.

Ia lantas menyampaikan hal tersebut kepada petugas di Stasiun Rawa Buntu. Pada hari yang sama, petugas menghubungi pengguna akun Thread anitadewI soal keberadaan tas pendinginnya. Ia mengambil tas tersebut keesokan harinya di Stasiun Rawa Buntu.

Namun, ia merasa tumblr miliknya yang seharga Rp300 ribu tak lagi berada di tas pendingin tersebut. Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas stasiun. Pengguna akun kemudian menyampaikan cerita soal kehilangan tumblr Rp300 itu di Thread.

Saat cerita tersebut viral, petugas stasiun yang mengembalikan tas pendingin milik pengguna akun Thread anitadewI disebut dipecat.

Baca juga artikel terkait KAI COMMUTER atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah