tirto.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang hanya senilai Rp24,5 triliun. Menurut Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, laba bersih bank dengan kode saham BMRI tersebut ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 17,1 persen (yoy) di akhir Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri perbankan.
"Tentunya apa yang menjadi faktor pendorong? Yang pertama tentunya adalah dari pertumbuhan dari bisnis Bank Mandiri itu sendiri dimana didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang kuat di kisaran 17,1 persen (yoy) yang berhasil disalurkan dengan baik oleh Bank Mandiri," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (23/7/2026).
Pertumbuhan DPK tersebut praktis mendorong Bank Mandiri untuk menghasilkan aset Perseroan yang mampu tumbuh hingga 19,9 persen (yoy).
Namun, selain DPK, pertumbuhan total aset Bank Mandiri juga didorong oleh kenaikan realisasi penyaluran kredit hingga 19,9 persen. Total kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp1.592 triliun hingga akhir Juni 2026, angka tersebut naik dari Rp1.327 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Jika dirinci, kredit yang disalurkan Bank Mandiri kepada ekosistem pemerintah dan BUMN mencapai Rp489 triliun, tumbuh 41,6 persen. Kemudian, sebanyak Rp767 triliun kredit disalurkan kepada ekosistem bisnis penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara, kredit yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp31,3 triliun, meningkat 15,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Hingga Juni tahun 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit UMKM sebesar 5,48 persen atau sembilan kali lebih cepat dari industri. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekosistem UMKM kerakyatan atau KUM yang tumbuh 15,7 persen year on year dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian yang diimbangi dengan pengelolaan kualitas portofolio yang disiplin," jelas Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































