Menuju konten utama
Gearbox

Pajero Hidup Lagi, Jadi Pertaruhan Besar Mitsubishi

Mitsubishi menghidupkan lagi Pajero untuk memperkuat lini off-road di tengah tekanan penjualan. Model baru ini diposisikan sebagai flagship Mitsubishi.

Pajero Hidup Lagi, Jadi Pertaruhan Besar Mitsubishi
Mitsubishi Pajero Sport. tirto.id/Mojo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pada 27 Juli 2020, dewan direksi Mitsubishi mengumumkan sebuah kabar duka bagi para penggemar otomotif, khususnya mereka yang menggemari mobil off-road 4x4. Pajero, seri legendaris yang ketika itu sudah eksis selama hampir empat dasawarsa, terpaksa disuntik mati karena alasan-alasan yang tidak ada hubungannya dengan kualitas serta reputasinya.

Alasan finansial jadi pertimbangan utama Mitsubishi. Kala itu mereka baru saja mengalami kerugian terbesar dalam 18 tahun terakhir. Karena itu, mereka memutuskan untuk meninggalkan pasar Eropa seraya mengalihkan fokusnya ke Asia. Perubahan rencana strategis itu membuat Mitsubishi harus rela mengorbankan Pajero.

Meski selama 39 tahun berhasil terjual sampai kurang lebih 3,3 juta unit, penjualan Pajero memang terus menurun seiring berjalannya waktu. Puncak keemasan model ini, bisa dibilang, ada pada awal dasawarsa 1990-an ketika jumlah produksi globalnya mencapai 174.708 unit. Sementara itu, pada dekade terakhirnya, mobil yang pertama kali dirilis pada 1982 ini cuma laku sekitar 50.000 unit per tahun.

Di balik itu, ada dua persoalan. Pertama, pasar SUV sudah berubah. Orang tak lagi menyukai off-roader tangguh seperti Pajero. Mereka kini lebih menyukai mobil yang terlihat kokoh dari luar tetapi mampu memberikan kenyamanan premium di dalam.

Itulah mengapa lahir sebuah model "kawin silang" bernama SUV Crossover, di mana ketangguhan SUV "dikawinsilangkan" dengan kenyamanan sedan. Sementara persoalan kedua adalah sudah usangnya peralatan produksi Pajero yang ada di pabrik Pajero Manufacturing di Gifu. Itulah mengapa, seiring dengan disuntikmatinya Pajero, pabrik tersebut ikut-ikutan ditutup.

Namun, dalam dunia otomotif, hidup-mati sering kali cuma perkara sementara. Seiring waktu, hitung-hitungan bisa berubah. Dan itulah apa yang terjadi dengan Pajero. Enam tahun setelah produksinya resmi disetop, model ini dihidupkan kembali. Pada 2 September 2026, Mitsubishi resmi memperkenalkan Pajero generasi kelima.

Naik Turun Penjualan Pajero

Pajero lahir pada 1982, di masa yang tidak mudah bagi Mitsubishi. Krisis minyak kedua yang dipicu Revolusi Islam Iran 1979 membuat permintaan terhadap mobil mengalami penurunan. Tak cuma di sana, Jepang pun kala itu tengah sedikit bersitegang dengan Amerika Serikat (AS) dalam urusan dagang, dan ini turut melukai aktivitas ekspor pabrikan-pabrikan macam Mitsubishi. Walhasil, pada 1981, Mitsubishi mencatat penurunan pendapatan untuk kali pertama sejak mereka berdiri.

Pada situasi demikian, manajemen Mitsubishi tidak berharap banyak pada Pajero. Padahal, mobil ini dibuat dengan mengandalkan pengalaman panjang Mitsubishi dalam memproduksi Jeep yang lisensinya didapatkan dari Willys-Overland pada 1952. Lewat Pajero, Mitsubishi ingin memadukan ketangguhan segala medan yang jadi ciri khas Jeep dengan kenyamanan dan kemudahan berkendara yang membuatnya bisa digunakan oleh semua orang.

Pebalap Hiroshi Masuoka jadi salah satu orang pertama yang menguji coba Mitsubishi Pajero. Pada 1982, Masuoka menggeber mobil tersebut, yang masih dalam taraf pra-produksi, di lintasan off-road dekat Sirkuit Fuji, lalu membandingkannya dengan Mitsubishi Jeep J58 di lintasan yang sama pada hari yang sama. Hasilnya, Pajero memang lebih cepat. Namun, yang paling membekas di ingatan Masuoka bukanlah kecepatan, melainkan betapa mudahnya mobil itu dikendalikan.

Bukti paling sahih akan kehebatan Pajero datang dari seri Reli Dakar (kala itu masih disebut Reli Paris-Dakar). Pada 1983, Pajero berhasil memenangi ajang tersebut di kelas produksi tanpa modifikasi. Setahun kemudian, kemenangan berhasil diraih di kelas modifikasi. Dan pada 1985, Pajero berhasil meraih kemenangan menyeluruh (overall victory) pertama di ajang balap lintasan gurun tersebut.

Mitsubishi New Pajero Sport rsz

Mitsubishi New Pajero Sport rsz. foto/Rilis MMKSI

Dari sana, animo langsung meningkat. Menurut kesaksian Masuoka, para privateer (pebalap yang memodali dirinya sendiri) berbondong-bondong membeli Pajero. Sampai-sampai, pada akhir 1980-an sekitar 50 dari 300 kendaraan peserta Dakar adalah Mitsubishi Pajero. Total, selama keikutsertaannya di Reli Dakar, Pajero sukses meraih 12 overall victory.

Pada 1991, lahirlah Pajero generasi kedua. Pada generasi ini, Mitsubishi memperkenalkan apa yang disebut sebagai Super Select 4WD yang menyediakan opsi 2WD, full 4WD, locked 4WD, serta gigi rendah untuk medan berat bagi pengemudi hanya dengan menggerakkan tuas dari dalam kabin. Sebelum itu, pengemudi mesti turun dari mobil untuk mengunci diferensial roda secara manual. Keberadaan sistem ini, menurut Minoru Uehara, perencana produk Pajero, membuat konsumen tidak lagi keder untuk memiliki mobil 4x4.

Dan benar saja, Pajero pun memasuki masa keemasan. Penjualan bulanannya di Jepang saja mencapai 7.000 sampai 8.000 unit. Mobil ini juga turut menyulut demam RV di Jepang. RV adalah singkatan dari recreational vehicle, yakni kendaraan untuk rekreasi di alam bebas seperti berkemah dan bermain ski.

Namun, masa kejayaan itu tidak benar-benar bertahan lama. Pada 1990, Toyota merilis Land Cruiser Prado yang target market-nya kurang lebih sama dengan Pajero. Jadi, meski memasuki masa keemasan, Pajero juga menghadapi tantangan sengit dari Land Cruiser Prado. Celakanya, Mitsubishi sedikit salah langkah untuk mengatasi problem tersebut. Mereka memperbanyak varian Pajero dengan merilis Pajero Mini dan Pajero iO.Hasilnya, strategi ini justru membuat produk-produk mereka seperti bersaing satu sama lain.

Pajero makin bikin situasi runyam kala masuk ke generasi ketiga pada 1999. Pajero generasi ini hadir dengan struktur yang benar-benar baru. Sebelumnya, Pajero menggunakan sasis ladder frame yang dikenal kokoh dan tangguh untuk keperluan off-road. Namun, pada generasi ketiga, sasis yang dipilih adalah monokok, di mana bodi dan rangka menyatu dalam satu struktur layaknya kebanyakan mobil penumpang.

Banyak petinggi Mitsubishi yang membenci keputusan tersebut. Masuoka bahkan mengatakan perusahaan sampai "terbelah dua". Di kalangan pebalap, kekhawatiran juga merebak. Apakah mobil baru itu sekuat pendahulunya? Apakah ia bisa diperbaiki di medan berat? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul. Akan tetapi, pada praktiknya, mobil ini tetap bisa meraih kemenangan, di mana Masuoka sendiri, untuk kali pertama, berhasil mencatatkan overall victory di Reli Dakar.

Akan tetapi, masalah tidak begitu saja selesai. Sebab, pada generasi ketiga ini, Pajero kemudian tersandung masalah berupa cacat pada kendaraan dan ban yang disembunyikan oleh Mitsubishi. Rahasia itu akhirnya ketahuan dan memukul reputasi Mitsubishi, sehingga penjualan pun menyusut sampai sekitar 70.000 unit. Mitsubishi pun kemudian berusaha menyelesaikan persoalan ini dengan merilis Pajero generasi keempat, dengan perombakan struktur hingga 70 persen, pada 2006.

Namun, sepuluh tahun kemudian, Mitsubishi kembali terjerat skandal. Kali ini, mereka tertangkap memanipulasi data konsumsi bahan bakar sejumlah mobil penumpang dan harus membayar kompensasi kepada mitranya. Pelan tapi pasti, Pajero pun waktu itu sedang berjalan menuju akhir hayatnya di pertengahan 2020.

Sampai sini, pertanyaan mungkin muncul di benak sebagian orang Indonesia. Kalau Pajero dihentikan produksinya pada 2020, mengapa Pajero Sport ramai berkeliaran di jalan-jalan?

Jawabannya adalah karena Pajero Sport dan Pajero adalah dua entitas berbeda. Pajero adalah SUV besar (full-size SUV). Ia dibuat khusus oleh Mitsubishi di Jepang, dan sepanjang empat generasinya hanya tersedia dengan penggerak 4x4. Kelasnya kira-kira sepadan dengan Toyota Land Cruiser. Pajero Sport, sementara itu, ukurannya lebih kecil (medium-size SUV). Ia berbasis pikap Triton, dirakit di Indonesia, dan tersedia dalam pilihan 4x2 maupun 4x4. Lawan sepadannya adalah Toyota Fortuner.

Asal-usulnya pun berbeda. Pajero Sport awalnya lahir sebagai Mitsubishi Challenger pada 1996 yang dijual hanya di Jepang, tetapi kemudian diekspor dengan nama berbeda-beda di tiap negara. Mobil ini masuk ke Indonesia pada 2009 dan, menurut Mitsubishi Indonesia, populasinya kurang lebih kini ada 160.000 unit.

Jadi, meski menyandang nama "Pajero", Pajero Sport bisa dibilang bukan Pajero sungguhan. Meski begitu, Pajero sungguhan pun dulu pernah eksis di pasar Indonesia. Salah satu unit yang paling memorable adalah yang digunakan untuk keperluan syuting sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Dalam cerita tersebut, Pajero digunakan oleh Sarah van Heus, gadis Indo-Belanda yang jadi salah satu love interest Kasdullah alias Doel, sang protagonis.

Pajero Sport

Pajero Sport. Foto/Rilis MMKSI

Hadir Kembali sebagai Model Unggulan

Kembali ke bangkitnya Pajero dari kubur, Mitsubishi dalam rilis resminya menegaskan bahwa mereka memosisikan mobil ini sebagai model unggulan alias flagship. Artinya, model ini dimaksudkan untuk memimpin arah seluruh lini Mitsubishi.

Karena pabriknya yang di Jepang sudah ditutup, produksi Pajero generasi kelima pun dialihkan ke Thailand. Di negara itu pulalah Pajero generasi kelima bakal pertama kali dipasarkan secara resmi Oktober mendatang, disusul oleh Jepang dan Australia di bulan Desember. Rencananya, mulai April 2027, mobil itu bakal dipasarkan secara luas di kurang lebih 100 negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Asia Barat.

Untuk urusan performa, Pajero generasi kelima memakai mesin diesel 2,4 liter dengan turbo VGT, yaitu turbo yang menyesuaikan diri agar tenaga tetap responsif di putaran rendah maupun tinggi. Torsi maksimumnya 480 Nm, dan mesin ini dipasangkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan. Rangkanya kembali menggunakan ladder frame, dilengkapi sistem penggerak Super Select 4WD-II.

Untuk perkara kenyamanan, kabin Pajero baru sanggup menampung tujuh penumpang dalam tiga baris. Ia juga dilengkapi kaca akustik dan peredam bising. Ada pula layar 14,3 inci yang menampilkan meter tiga tabung khas Pajero dalam versi digital. Selain itu, ada delapan airbag serta MI-PILOT, bantuan berkendara (driving assistance) yang membantu menjaga jarak dan posisi di jalur saat menempuh jarak jauh.

Secara umum, Mitsubishi merangkum filosofi Pajero baru dalam tiga kata: Confidence, Comfort, dan Prestige. Dua filosofi pertama adalah warisan lama, di mana ketangguhan dan kenyamanan berpadu. Sementara Prestige berarti Mitsubishi kini menempatkan Pajero sebagai produk premium.

Lantas, apa sebenarnya pertimbangan Mitsubishi menghidupkan kembali Pajero?

Jadi, ini sebenarnya tak bisa dipisahkan dari kendala finansial yang dihadapi perusahaan. Menurut laporan Nikkei, penjualan global mereka pernah menyentuh rekor 1,24 juta unit pada tahun fiskal 2018 yang berakhir pada Maret 2019. Namun, pada tahun fiskal 2025, yang berakhir Maret 2026, angkanya anjlok menjadi 797.000 unit.

Pasar Asia Tenggara, yang menyumbang sekitar 30 persen penjualan, secara khusus mengalami kontraksi akibat ramainya pesaing dari Tiongkok. Laba operasi Mitsubishi di kawasan ini turun dari 63,6 miliar yen pada tahun fiskal 2019 menjadi 22,9 miliar yen pada tahun fiskal 2025. Sedangkan, Amerika Utara yang merupakan pasar terbesar kedua juga tak bisa diandalkan lagi mengingat kebijakan tarif Donald Trump.

Di situasi sulit ini, Mitsubishi memutuskan untuk fokus pada kendaraan off-road yang dianggap sebagai keunggulan utama mereka. Hingga 2031 mendatang, mereka berencana meluncurkan 13 model baru, dengan tujuh di antaranya merupakan kendaraan off-road. Di sini, Pajero diharapkan mampu menaikkan citra dan reputasi Mitsubishi sehingga, nantinya, penjualan model-model lain turut terkerek.

Pajero pun tidak akan berdiri sendiri. Setelah SUV besar buatan Thailand, Mitsubishi telah menyiapkan Pajero berukuran menengah yang dibuat di Jepang dengan target penjualan sekitar akhir 2028 sampai 2029. Menariknya, versi kompak pun nantinya juga akan dirilis sekitar 2030. Dengan demikian, paling lambat pada tahun fiskal 2031, Pajero akan memiliki tiga sub-model.

Sampai sini bisa disimpulkan bahwa Pajero generasi kelima ini memikul beban luar biasa berat. Ia bukan sekadar mobil baru, melainkan pertaruhan besar Mitsubishi di tengah makin sengitnya persaingan di jagat otomotif global. Mampukah Pajero menunaikan tugasnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Namun, satu hal yang jelas, mobil ini punya modal kuat, mulai dari reputasi model sampai deretan fitur mutakhir yang menyertainya kini. Dan tentu saja, sebagai mobil flagship, Pajero pastinya bakal dipasarkan habis-habisan oleh Mitsubishi.

Baca juga artikel terkait MITSUBISHI PAJERO atau tulisan lainnya dari Yoga Cholandha

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Yoga Cholandha
Penulis: Yoga Cholandha
Editor: Irfan Teguh Pribadi