Menuju konten utama
Gearbox

Datsun Curut, Sedan Pikap Eksklusif Pertamina Idaman Modifikator

Datsun Curut, ute langka yang masuk Indonesia lewat Pertamina, kini diburu kolektor dan modifikator karena desain unik, mesin handal, dan sejarah eksklusif.

Datsun Curut, Sedan Pikap Eksklusif Pertamina Idaman Modifikator
Datsun B120. FOTO/commons.wikimedia.org/Jeremy
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pernah ada suatu masa ketika pabrikan-pabrikan mobil terkemuka berusaha memadukan sedan yang nyaman dan enak dikendarai, dengan pikap yang memiliki banyak kegunaan, khususnya untuk keperluan niaga. Ford adalah pabrikan pertama yang bertanggung jawab atas model mobil demikian. Namun, bukan Ford pusat di Amerika Serikat (AS) yang melakukannya, melainkan Ford Australia.

Salah satu versi cerita yang paling terkenal menyebutkan, pada 1933 istri seorang petani di Gippsland, Australia, mengirim surat kepada Ford. Perempuan itu curhat. Dia berkata, "Kami tidak mampu membeli dua mobil sekaligus. Bisakah kalian membuat mobil yang bisa dipakai ke gereja pada hari Minggu dan digunakan untuk mengangkut babi ke pasar pada hari Senin?"

Curhatan sekaligus permintaan istri petani tersebut ditanggapi serius oleh Ford Australia. Mereka lantas menugaskan seorang insinyur muda dari pabrik di Geelong, Lewis Bandt, untuk menciptakan solusi atas permasalahan istri pertani tadi. Bandt, yang kala itu berusia 22 tahun, menjawab tantangan itu dengan memodifikasi mobil sedan (coupe) yang dirilis Ford pada 1933.

Oleh Bandt, kabin penumpang dari sedan tersebut dicopot dan digantikan dengan bak pikap. Setelah itu, dia memperkuat bodi sekaligus suspensi kendaraan, agar mampu menahan beban muatan berat, dengan memanjangkan panel samping dari bagian belakang kabin yang tersisa hingga ujung bak.

Solusi Bandt ini ditanggapi positif oleh Ford, dan akhirnya pada 1934 meluncurlah mobil yang disebut Ford Coupe Utility. Dengan demikian, lahir pula sebuah genre mobil tersendiri bernama utility coupe alias sedan serbaguna. Oleh orang Australia, jenis mobil tersebut biasa disebut ute (singkatan dari utility), meskipun saat ini ute bisa pula merujuk pada pikap tradisional yang ukurannya lebih besar.

Sejak Ford Utility Coupe lahir, berbagai jenis ute pun pernah mewarnai perjalanan sejarah otomotif dunia. Di AS, Ford juga jadi pelopor ute kala merilis Ranchero pada 1957. Akan tetapi, ute milik Chevrolet jauh lebih sukses. Lahir dua tahun setelah Ford Ranchero, Chevrolet El Camino diproduksi hingga tahun 1987. Sementara Ranchero sendiri sudah tidak diproduksi sejak 1979.

Di Australia, model-model seperti Holden Maloo, Holden Kingswood, Holden Commodore, dan Ford Falcon menjelma jadi nama-nama legendaris. Di sana, model seperti ini usianya jauh lebih panjang ketimbang ute di AS dan masih diproduksi hingga 2017. Popularitas ute tradisional di Australia akhirnya kalah dari pikap-pikap besar yang, menariknya, tetap disebut ute oleh penduduk setempat.

Selain AS dan Australia, ada pula Jepang. Dari sana lahirlah mobil-mobil seperti Subaru Brumby (atau dikenal dengan nama BRAT di AS), Suzuki Mighty Boy, serta Nissan Sunny Truck. Nama yang disebut terakhir juga sempat populer di Indonesia dan hingga kini masih diburu kolektor dan modifikator. Namun, di sini, mobil tersebut lebih dikenal dengan merek Datsun karena, dari 1958 hingga 1986, Datsun jadi merek bagi mobil-mobil Nissan yang diekspor ke luar negeri.

Datsun B120 1947

Datsun B120. FOTO/commons.wikimedia.org/Sicnag

Masuk ke Indonesia lewat Pertamina

Datsun Sunny Truck alias Datsun Sunny B120 alias Datsun Curut alias Datsun Pertamina, adalah ute yang sempat populer di Indonesia pada dekade 1970-an s/d 1980-an.

Seperti mobil-mobil legendaris lawas macam Kijang Buaya, Taft Kebo, Jimny Jangkrik, dan VW Kodok, julukan berbau hewan juga melekat padanya. Nama curut dipilih karena menurut orang-orang bentuknya mirip anak tikus alias curut.

Sementara nama Pertamina yang turut melekat padanya, lantaran pada awalnya semua unit Datsun B120 ini masuk ke Indonesia lewat Pertamina untuk dijadikan kendaraan dinas lapangan para petinggi.

Datsun B120 sebenarnya bukan ute pertama buatan pabrikan tersebut. Sebelumnya, pada 1967, mereka sudah pernah memodifikasi sedan B10 menjadi ute yang kemudian dipasarkan dengan nama B20. B120 lahir dengan cara serupa. Mulanya ada sedan bernama B110 lalu bagian belakangnya disulap menjadi mobil bak dan akhirnya lahirlah B120 pada 1971.

Datsun B120 tidak pernah jadi mobil yang benar-benar populer di Indonesia. Sebab, setelah diimpor langsung oleh Pertamina pada 1971, mobil ini tidak pernah didatangkan secara resmi oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Datsun, PT Indokaya, yang sejatinya sudah eksis sejak 1969, menurut catatan Gaikindo. Total, Pertamina kala itu hanya mengimpor seribu unit.

Sebenarnya ada dua jenis Datsun B120 yang diproduksi oleh Nissan di Jepang, yaitu varian dengan wheelbase (jarak antar as roda) standar (B120) dan panjang (GB120). Tak seperti pikap pada umumnya, bak dengan kabin Datsun B120 menyatu, dan inilah yang sebenarnya menjadi pembeda utama antara utility coupe atau ute dengan pikap. Ground clearance mobil ini pun dibuat sedikit lebih tinggi ketimbang B110 yang jadi kendaraan dasarnya.

Dapur pacu mobil berpenggerak roda belakang ini menggunakan mesin Nissan A12 inline 4 silinder OHV 8 katup karburator yang mampu menghasilkan 68 daya kuda pada 6.000 rpm dan torsi 95 Nm pada 3.600 rpm. Mesin tersebut kemudian disandingkan dengan transmisi manual 4 percepatan. Untuk ukuran modern, tenaga mobil ini mungkin terlihat cemen. Namun, untuk kendaraan niaga 1970-an, mesin itu sudah cukup mumpuni, terutama torsinya yang cukup besar untuk mobil yang kerap digunakan dengan cara stop and go.

Selain soal keandalan, daya tarik Datsun Curut yang sesungguhnya ada pada tampilannya. Meski punya bak di belakang, mobil ini tetap tampak sporty karena desain B110 tetap dipertahankan dan ukurannya yang terbilang kompak. Bagian depannya, mulai dari gril, lampu utama, kap mesin, hingga bumper, memang sengaja dibuat mirip dengan B110. Sementara itu, panjang 3.830 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.390 mm membuatnya tetap lincah meski berstatus kendaraan niaga.

Datsun B120 1983

Datsun B120. FOTO/commons.wikimedia.org/Jeremy

Buruan Para Modifikator

Perpaduan antara desain yang unik, mesin yang andal, dan jumlah yang langka membuat Datsun B120 akhirnya jadi buruan para kolektor dan modifikator. Harganya kini bervariasi, dari Rp55 jutaan sampai Rp80jutaan, tergantung kondisi. Mobil yang berharga murah biasanya dijadikan "bahan" untuk dimodifikasi sehingga bisa dikoleksi atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Salah satu hasil modifikasi paling beken dari Datsun B120 ini adalah milik bos permen Davos yang berpusat di Purbalingga, Jawa Tengah. Oleh sang pemilik, mobil ini tidak cuma dipoles eksteriornya, lewat pengecatan ulang, penambahan logo Davos, serta pemasangan bed rail kayu, melainkan juga jeroan mesinnya. Mesin Nissan A12 dilenyapkan, digantikan sepenuhnya oleh mesin elektrik berdaya 22 kW.

Datsun Curut populer di Indonesia lainnya adalah "Kunyit" milik penulis Alitt Susanto. Mobil itu dibeli dalam kondisi bodi keropos namun mesinnya masih berfungsi. Akhirnya, mobil itu pun direstorasi habis-habisan. Catnya diubah menjadi kuning kunyit, lip spoiler ditambahkan di bagian depan, dan interior pun dipermak habis dengan gaya klasik. Untuk merestorasi mobil itu, dibutuhkan waktu kurang lebih 3,5 tahun.

Nah, jika di Indonesia Datsun B120 pada akhirnya jadi barang langka, tidak demikian dengan di luar negeri. Di negeri asalnya, mobil ini masih diproduksi hingga tahun 1994. Sementara di Afrika Selatan (Afsel), mobil ini bahkan masih diproduksi sampai 2008. Nissan sendiri tidak pernah secara resmi merilis angka penjualannya, tetapi di Afsel saja mobil ini, termasuk varian-variannya, terjual hingga 275 ribu unit.

Di Indonesia, meskipun B120 adalah model yang langka, ada pikap-pikap Datsun lain yang sempat populer. Salah satunya Datsun 620 yang populer dengan julukan "Datsun Pasar" lantaran kerap terlihat wara-wiri di pasar, biasanya untuk mengangkut rokok atau sayur. Saking populernya, Datsun Pasar sempat membuat Toyota Hilux kelimpungan di Indonesia.

Selain Datsun 620, ada pula Datsun Sena yang sempat digadang-gadang jadi mobil nasional atau mobnas. Sena (singkatan dari Serba Guna) dirakit PT Indokaya pada 1977 di Surabaya. Akan tetapi, usia mobil ini tidak lama karena, sejatinya, proses perakitan Sena itu tidak mendapat persetujuan dari Nissan pusat yang sudah kadung menunjuk perusahaan Thailand sebagai perakit. Hingga akhirnya, Pemerintah Indonesia turun tangan, menunjuk perusahaan lain sebagai ATPM, dan dengan demikian tamatlah alkisah Sena dan PT Indokaya.

Kendati bukan satu-satunya pikap, B120 adalah satu-satunya ute Datsun yang pernah hadir di Tanah Air. Selain itu, model ini juga yang paling eksklusif karena tidak datang lewat skema impor yang "normal". Dari seribu unit yang pernah ada, besar kemungkinan hanya sedikit kini yang tersisa. Namun, cerita mobil ini masih belum selesai. Di tangan para kolektor dan modifikator, Datsun Curut terus menorehkan tinta emas sebagai salah satu mobil paling ikonik dalam sejarah otomotif Indonesia.

Baca juga artikel terkait DATSUN atau tulisan lainnya dari Yoga Cholandha

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Yoga Cholandha
Penulis: Yoga Cholandha
Editor: Irfan Teguh Pribadi