Menuju konten utama

Cara Membersihkan Mobil yang Kena Abu Vulkanik agar Tak Baret

Abu vulkanik bikin mobil baret? Jangan asal dilap pakai kain! Simak cara membersihkan mobil kena abu vulkanik yang benar agar tidak merusak bodi kendaraan.

Cara Membersihkan Mobil yang Kena Abu Vulkanik agar Tak Baret
Ilustrasi Membersihkan Mobil. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mobil terkena hujan abu vulkanik? Jangan panik! Abu erupsi gunung berapi memang berbahaya bagi kendaraan karena bisa menyebabkan kerusakan. Namun, selama pemilik paham bagaimana cara membersihkan mobil kena abu vulkanik, kerusakan pasti dapat dihindarkan.

Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia terkena hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Paparan abu pun mulai menyelimuti banyak kendaraan, termasuk mobil yang masih lalu-lalang di jalan.

Bahkan, mobil yang terparkir di rumah pun tak bisa lepas dari ancaman abu vulkanik, apalagi jika tidak diparkir dalam garasi tertutup. Hal ini tak hanya membuat mobil terlihat kotor, tapi abu yang tak segera dibersihkan juga berpotensi merusak bodi maupun komponen mesin kendaraan.

Namun, membersihkan mobil dari abu vulkanik tak bisa disamakan dengan membersihkan debu atau kotoran biasa. Lalu, bagaimana cara membersihkan mobil kena abu vulkanik agar kondisi kendaraan tetap terjaga?

Bahaya Abu Vulkanik untuk Cat Mobil

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Banten

Ilustrasi Mobil Terkena Abu Vulkanik. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr

Abu vulkanik berupa partikel kecil dan halus yang berbeda dengan debu biasa. Partikel abu dapat mengandung mineral dan material vulkanik yang keras serta bersifat abrasif.

Ketika abu menempel pada permukaan mobil, tampilan kendaraan pasti terlihat sangat kotor. Kesalahan yang sering dilakukan si pemilik mobil adalah langsung membersihkan abu dalam kondisi kering, baik itu dilap maupun dengan cara digosok menggunakan kain, kemoceng, atau spons.

Padahal, jika cat mobil terkena abu vulkanik, maka partikel abu berisiko menggores lapisan cat. Dilansir dari Antaranews, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika tajam serta sulfur yang bersifat destruktif.

Karakter inilah yang membuat abu vulkanik bikin mobil baret. Ketika abu masih menempel dalam kondisi kering, mengusapnya menggunakan kain, spons, atau bahkan sekadar menggeser car cover dapat membuat partikel abrasifnya bergesekan dengan lapisan clear coat.

Gesekan tersebut berpotensi menimbulkan goresan halus atau swirl marks yang membuat tampilan cat terlihat kusam dan kurang mengilap.

Selain risiko baret, abu vulkanik yang dibiarkan terlalu lama juga dapat menimbulkan masalah lain. Abu yang bercampur dengan air atau embun yang kemudian mengering di permukaan kendaraan, akan membentuk endapan yang berpotensi lebih korosif.

Itulah kenapa abu vulkanik pada mobil harus segera dibersihkan. Tak sekadar dilap biasa, pemilik kendaraan juga wajib memahami cara menghilangkan abu vulkanik dari mobil agar tidak menimbulkan kerusakan.

Cara Mencuci Mobil setelah Terkena Abu Vulkanik

Ilustrasi orang menggunakan jet cleaner

Ilustrasi Membersihkan Mobil. FOTO/iStockphoto

Cara membersihkan mobil kena abu vulkanik perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika langsung dilap atau digosok dalam kondisi kering, partikel tersebut dapat bergesekan dengan bodi dan kaca sehingga menimbulkan goresan halus. Berikut cara cuci mobil kena abu vulkanik:

1. Angkat Wiper Terlebih Dahulu

Pertama, angkat wiper terlebih dahulu sehingga semua area pada mobil bisa tersentuh air dan sabun saat pencucian. Namun, wiper tidak perlu dinyalakan agar partikel abu yang terjebak di antara karet wiper dan kaca tidak menggores.

Ini termasuk cara membersihkan kaca mobil dari abu vulkanik yang perlu dilakukan di tahap awal. Setelah wiper diangkat, mulai lakukan pembilasan secara merata.

2. Bilas Mobil dengan Air Mengalir

Cara membersihkan mobil kena abu vulkanik adalah dengan menyiram atau membilas mobil dengan air terlebih dahulu. Bilas seluruh permukaan mobil menggunakan air mengalir dengan jumlah yang cukup.

Mulailah dari bagian paling atas kendaraan kemudian lanjutkan ke bagian bawah agar abu yang terlepas tidak kembali mengotori area yang sudah dibilas.

Apabila ada endapan abu yang sudah terlanjur mengering atau mengeras, jangan menggosok atau mengeroknya dengan benda tajam. Terus beri air agar endapan abu melunak. Ketika sudah lunak, abu akan terangkat sedikit demi sedikit hingga terlepas dari bodi mobil.

3. Cuci secara Menyeluruh dengan Sampo Khusus Mobil

Setelah abu vulkanik pada mobil terangkat melalui pembilasan, lanjutkan dengan mencuci mobil menggunakan sampo khusus kendaraan. Gunakan alat cuci yang bersih dan lembut, lalu bersihkan permukaan secara hati-hati dari atas ke bawah.

Pastikan setiap sudut mobil dibersihkan, termasuk wiper, celah pintu, hingga velg. Jadi, jangan hanya fokus pada bagian bodi luar karena abu bisa menumpuk atau mengendap di mana saja. Setelah pencucian dengan sampo mobil selesai, kembali bilas dengan air mengalir sampai bersih.

4. Keringkan dengan Kain Mikrofiber yang Bersih

Cara membersihkan mobil kena abu vulkanik berikutnya adalah mengeringkan mobil yang sudah dicuci dan dibilas. Gunakan kain mikrofiber yang bersih untuk mengeringkan permukaan. Pastikan proses pengeringan dilakukan dengan lembut dan jangan menggosok bodi terlalu kuat.

5. Gunakan Car Cover Hanya pada Mobil yang Sudah Bersih

Mobil yang sudah bersih dianjurkan untuk memakai car cover sebagai tambahan perlindungan, terutama jika sehari-harinya diparkir di area outdoor. Namun, pastikan kendaraan sudah benar-benar bersih sebelum memasang penutup.

Tips Merawat Mobil setelah Erupsi

Ilustrasi Membersihkan Lampu Kendaraan

Ilustrasi Membersihkan Mobil. FOTO/iStockphoto

Perawatan mobil setelah terpapar abu vulkanik tidak hanya sebatas mencuci bodi. Abu dapat masuk ke berbagai celah kendaraan, mengikis permukaan, menyumbat sistem filtrasi, hingga mempercepat keausan komponen mesin.

Agar kinerja kendaraan tetap optimal, berikut beberapa tips perawatan mobil setelah erupsi dan terjadi hujan abu:

1. Kurangi Penggunaan Mobil di Tengah Hujan Abu

Jika memungkinkan, hindari berkendara saat hujan abu, terutama ketika hujan abu turun cukup deras. Berkendara tak hanya merusak mobil, tapi juga berbahaya bagi pengemudi karena yang abu beterbangan akan mengurangi jarak pandang.

Jika harus bepergian, usahakan berkendara dengan kecepatan rendah, nyalakan lampu depan, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

2. Parkir Mobil di Tempat Tertutup atau Gunakan Car Cover

Apabila sedang tidak berkendara, usahakan agar mobil selalu diparkir di garasi yang tertutup. Jika tidak memungkinkan, gunakan car cover sebagai pelindung tambahan, tapi pastikan mobil sudah dalam kondisi bersih sebelum ditutup car cover.

3. Bersihkan Mobil dengan Cara yang Tepat

Abu vulkanik sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada kendaraan. Jika kondisi memungkinkan, segera bersihkan mobil agar abu tidak mengendap dan mengeras yang membuatkan jadi lebih sulit dibersihkan.

4. Periksa dan Rawat Filter Udara

Partikel abu vulkanik mudah menyumbat sistem penyaringan udara. Filter yang kotor dapat mengurangi aliran udara dan bisa menyebabkan panas berlebih hingga gangguan mesin.

Dikutip dari laman United States Geological Survey (USGS), filter bisa dibersihkan dengan cara meniupkan udara dari sisi bersih ke sisi kotor dan memeriksa apakah terdapat kerusakan pada elemen filter. Untuk kondisi abu yang berat, pemeriksaan oleh mekanik lebih dianjurkan.

5. Lebih Sering Mengganti Oli

Abu yang masuk ke mesin dapat meningkatkan keausan komponen sehingga oli sebaiknya lebih sering diganti, terutama jika hujan abu vulkanik berlangsung cukup lama.

USGS menyarankan interval penggantian berdasarkan tingkat paparan, yaitu 80–160 km pada kondisi hujan abu sangat pekat, serta sekitar 800–1.600 km pada kondisi abu ringan. Namun, USGS tetap menyarankan untuk mengikuti rekomendasi pabrikan.

4. Perhatikan Rem dan Komponen Roda

Abu vulkanik dapat menyebabkan abrasi dan penyumbatan pada sistem rem. Untuk kendaraan yang sering digunakan dalam kondisi berdebu atau hujan abu berat, sangat disarankan untuk melakukan pembersihan rem oleh bengkel secara berkala menggunakan udara bertekanan.

5. Bersihkan Area Mesin dan Komponen Penting Lainnya

Karena ukurannya sangat kecil dan ringan, abu mudah masuk ke ruang mesin, radiator, alternator, motor wiper, dan komponen lainnya. Setelah terpapar hujan abu, komponen tersebut perlu diperiksa dan dibersihkan dengan metode yang sesuai.

Jika menggunakan air untuk membersihkan ruang mesin, saluran masuk udara dan komponen kelistrikan perlu dilindungi terlebih dahulu. Jika ragu-ragu, lakukan pembersihan mobil lewat tenaga profesional.

6. Jangan Lupa Membersihkan Bagian Dalam Kendaraan

Pemilik kendaraan juga wajib membersihkan area dalam seperti kabin, bagasi, dan tempat penyimpanan ban serep karena abu dapat masuk melalui celah-celah yang sangat sempt. Abu yang tertinggal di dalam kendaraan dapat kembali beterbangan dan membahayakan kesehatan pengendara.

Itulah cara membersihkan mobil kena abu vulkanik dengan benar. Sebagai langkah pencegahan, jika terdapat peringatan erupsi atau potensi hujan abu, segera parkirkan mobil di tempat tertutup apabila memungkinkan agar paparan abu dapat diminimalkan.

Jika terpaksa memarkirkan kendaraan di ruang terbuka, hindari langsung membersihkan abu dengan cara kering, seperti mengelap atau menyapunya. Tunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melakukan pencucian.

Ikuti langkah pembersihkan mobil dengan benar, yaitu membilas mobil dengan air terlebih dahulu agar partikel abu terangkat, lalu dicuci seperti biasa dengan sampo khusus mobil.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait OTOMOTIF atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani