tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Namun, luas sebaran abu bertambah dibandingkan kondisi pada pagi hari.
“Arah umum bergerak ke barat, sesuai analisis citra satelit Himawari-9 dan SIGMET terbaru dengan kecepatan angin 15 knot,” kata Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).
Dia menerangkan, pada ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu meluas ke arah barat daya hingga barat laut. Pada ketinggian tersebut, area terdampak mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta perairan di sekitarnya dan Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut.
“Ketinggian hingga 50.000 kaki, 15,24 kilometer, abu terpantau lebih jauh di Samudra Hindia sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, cenderung menjauhi wilayah Indonesia,” ujar Berton.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Tri Budi Utomo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan 1.279 personel untuk menangani dampak erupsi GAK. Personel tersebut terdiri dari 1.012 personel jajaran Kodam I/Bukit Barisan, 160 personel Polri, dan 107 personel dari instansi lainnya.
Tri mengatakan terdapat pula 1.050 personel cadangan dari tiga kompi yang disiagakan apabila diperlukan penebalan pasukan. Para personel juga telah dibekali berbagai sarana pendukung, antara lain 31 unit truk, delapan unit ambulans, satu unit mobil komando, 11 unit kendaraan pemadam kebakaran, dan 10 unit sarana pendukung lainnya.
“Selain itu, tersedia pula berbagai perlengkapan dan alat kelengkapan meliputi tenda, set dapur lapangan dan SPPG, set alat kesehatan, genset, perangkat Starlink, set repeater, serta tiga unit drone,” tutur Tri.
Secara keseluruhan, Tri mengatakan kekuatan personel dan materiil tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk mendukung penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Alfitra Akbar
Masuk tirto.id

































