Menuju konten utama

Korban Gempa NTT Capai 111 Orang, 2.000 Warga Tinggalkan Posko

BNPB mencatat 111 korban meninggal akibat gempa di NTT, 176.621 pengungsi masih bertahan, sementara ribuan warga mulai kembali ke rumah.

Korban Gempa NTT Capai 111 Orang, 2.000 Warga Tinggalkan Posko
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026). RSUD Aeramo mengoperasikan rumah sakit lapangan setelah bangunan utama mengalami kerusakan berat di sejumlah titik akibat gempa pada 15 Agustus 2026 serta sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 111 jiwa. Di saat yang sama, lebih dari 2.000 warga meninggalkan posko pengungsian secara sukarela untuk kembali ke rumah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi adanya penambahan enam korban jiwa.

"Saat ini ketambahan 6 korban meninggal, jadi jumlah total itu 111 jiwa dan ini pun dapat kami sampaikan adalah korban meninggal tidak langsung," ujar Berton dalam konferensi pers daring, Kamis (27/8/2026).

Berton merinci, empat korban meninggal tambahan berasal dari Kabupaten Manggarai, sedangkan dua korban lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Dari keseluruhan total korban jiwa, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebesar 56,4 persen, dan 45 persen di antaranya tergolong kelompok lanjut usia (lansia).

Terkait situasi di posko darurat, BNPB mencatat jumlah pengungsi mulai mengalami penurunan. Saat ini sebanyak 176.621 warga masih bertahan di tenda pengungsian, atau berkurang 2.416 orang dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 179.037 jiwa.

"Terutama penurunan yang signifikan berasal dari Kabupaten Sikka," kata Berton.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 27 Agustus 2026 telah terjadi 8.193 gempa susulan di wilayah Flores. Dari jumlah tersebut, 146 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Menurut keterangan dari BMKG, karena gempa 7,7 tergolong besar maka gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung sampai minggu ketiga dan minggu keempat sejak gempa utama terjadi," ujar Berton.

Melihat tren kepulangan warga, BNPB mengimbau masyarakat yang kondisi tempat tinggalnya masih kokoh dan tidak mengalami kerusakan berat untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap mengutamakan keselamatan. Pemerintah memastikan pasokan bantuan logistik akan terus didistribusikan kepada warga.

"Bagi warga atau kepala keluarga yang memiliki rumah masih kuat dan utuh, ketika terjadi gempa 7,7 dan selanjutnya gempa susulan, dapat meninggalkan titik posko dan memasuki ruang rumah masing-masing. Tentu kami dari BNPB dan juga Pemda akan memfasilitasi untuk makanan dan kebutuhan yang lain kepada keluarga yang secara sukarela meninggalkan titik-titik posko, titik-titik pengungsian," ujarnya.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfitra Akbar