tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak boleh berhenti dan meminta penambahan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam agenda rapat koordinasi penanganan bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
"Ya sudah, sementara sekolah enggak boleh berhenti ya," kata Prabowo saat rapat penanganan bencana di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Perintah Penambahan Tenda Darurat di Posko Pengungsian
Guna memastikan aktivitas pendidikan tetap terfasilitasi, Kepala Negara memerintahkan jajarannya untuk segera menambah pasokan tenda di posko-posko pengungsian.
"Jadi tambah tenda, mau tambah orange-nya, mau tambah hijaunya, mau putih, ya," ucap Prabowo.
Selepas memimpin rapat koordinasi, Prabowo menemui para pengungsi dan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian langkah darurat agar proses belajar mengajar anak-anak korban gempa dapat segera dimulai kembali dengan aman.
"Sudah kita siapkan, perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," ujar Prabowo.
Target Pembangunan Hunian Sementara Pascagempa NTT
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warga NTT sendirian dalam menghadapi situasi sulit akibat bencana tersebut.
Selain penanganan fasilitas sekolah darurat, ia menjelaskan bahwa rehabilitasi rumah warga yang rusak serta pembangunan hunian sementara akan segera dilaksanakan setelah kondisi kegempaan dinyatakan aman oleh para ahli.
"Menurut para ahli, kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal mungkin tiga minggu lagi ya, baru relatif aman semuanya, kita mulai nanti bangun hunian-hunian sementara dan, perbaikan rumah-rumah dan sebagainya," jelasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































