tirto.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas, berkelakar kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, soal peluang maju sebagai calon presiden.
Kelakar itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-27 PAN yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah ketua umum partai politik.
Mulanya, Zulhas menyapa sejumlah tokoh yang hadir di acara tersebut, termasuk para ketum umum partai. Saat menyapa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dia menyinggung beratnya menjabat sebagai Ketua Umum, apalagi menjadi seorang Presiden.
"Pak Bahlil, jadi ketua umum ini berat juga ya. Ketua umum partai berat, apalagi jadi presiden, Pak. Ketua umum saja berat, apalagi jadi presiden," kata Zulhas dalam pidatonya di JCC, Senayan, Jumat (18/9/2026).
Zulhas kemudian menyebut dia dan Bahlil memiliki pandangan yang sama soal Prabowo sebagai presiden.
"Jadi saya kira Pak Bahlil sama saya sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja, Pak, ya. Cocok?" ujarnya.
Setelah itu, Zulhas menyapa Cak Imin dan mengatakan bahwa dia, Bahlil, dan Cak Imin sama-sama mendukung Prabowo. Namun, Zulhas kemudian menyebut yang berbeda adalah Cak Imin yang mungkin masih berpikir untuk mencalonkan diri.
"Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," ujar Zulhas.
Ucapan tersebut sontak disambut tawa hadirin dan Cak Imin yang berada di lokasi. Dia kemudian merespons dengan ekspresi seolah tak kuasa menanggapi godaan tersebut dengan mengangkat tangannya.
Zulhas kemudian kembali menyapa Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf. Dia kembali melontarkan kelakar mengenai jabatan presiden.
"Kalau Pak Muzzammil sudah jadi Presiden, Pak. Jadi enggak cita-cita lagi sudah," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































