tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta TNI untuk mengembangkan teknologi desalinasi guna mengatasi krisis air bersih di wilayah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak.
“Saya minta BRIN, mungkin dengan Unhan, TNI, dan fakultas-fakultas teknik, saya minta teknologi desalinasi untuk yang kita mampu bangun sendiri. Jadi, segera dikirim ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/08/2026).
Arahan tersebut merespons laporan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengenai krisis air bersih di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Palue merupakan pulau vulkanik dengan sumber air yang sangat terbatas.
Menteri PU menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjajaki pemanfaatan teknologi reverse osmosis (RO) melalui koordinasi dengan Kepala BRIN. Menanggapi hal itu, Prabowo menilai perkembangan sains saat ini telah membuat biaya teknologi desalinasi semakin terjangkau dibandingkan beberapa dekade lalu.
“Desalinasi 30 tahun yang lalu tidak terjangkau. Hanya bangsa yang kaya yang bisa. Sekarang, kita bisa bikin desalinasi untuk tingkat desa,” jelas Prabowo.
Presiden menekankan penanganan masalah air tidak boleh hanya berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan harus mencakup strategi jangka menengah dan panjang.
“Air sangat penting. Jadi, selain jangka pendek, kita harus berpikir melakukan upaya-upaya jangka menengah dan jangka panjang,” tegasnya.
Selain desalinasi, Presiden Prabowo mengusulkan integrasi teknologi dengan energi bersih, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lahan-lahan yang belum produktif.
Presiden optimistis ketersediaan air dan energi akan memacu produktivitas sektor pertanian, perikanan, serta rumput laut di NTT.
“Saya optimis daerah sini nanti bisa jadi sumber pangan bangsa dan dunia. Perikanan sangat potensial daerah sini. Nanti, perikanan, rumput laut kalian kembangkan di sini,” pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































