Menuju konten utama

Di Bawah Danantara, Laba Pelindo Semester I-2026 Naik 60,44%

Pelindo sukses bukukan laba Rp2,57 triliun di Semester I-2026 berkat strategi streamlining dan digitalisasi layanan dari Danantara Indonesia.

Di Bawah Danantara, Laba Pelindo Semester I-2026 Naik 60,44%
Kapal nelayan melintas di perairan Makassar dengan latar belakang pelabuhan peti kemas Makassar New Port di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026). PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat total peti kemas yang dilayani hingga April 2026 telah mencapai 6,42 juta TEUs meningkat sekitar 430 ribu TEUs atau sekitar 7,17 persen dibanding periode tahun sebelumnya yang mencapai 5,99 juta TEUs karena didorong oleh pertumbuhan segmen internasional dan arus peti kemas domestik. ANTARA FOTO/Arnas Padda/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berhasil mencatatkan lonjakan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun pada Semester I-2026. Capaian impresif yang melonjak 60,44 persen secara tahunan ini menjadi bukti keberhasilan awal dari agenda transformasi korporasi di bawah naungan Danantara Indonesia.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya.

“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin," ujar Achmad dalam keterangan resminya dikutip Rabu (29/7/2026).

Lonjakan Aktivitas Operasional dan Arus Peti Kemas

Lonjakan laba tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas operasional di pelabuhan. Hingga akhir Juni 2026, arus peti kemas yang dikelola Pelindo tercatat mencapai sekitar 9,96 juta TEUs, atau tumbuh 7 persen secara tahunan.

Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seirama dengan geliat ekonomi riil yang tercermin dari derasnya pergerakan barang.

Di balik pencapaian ini, Pelindo tengah gencar menjalankan agenda transformasi korporasi sebagai bagian dari arahan Danantara Indonesia. Langkah konkret yang ditempuh adalah penyederhanaan struktur korporasi (corporate streamlining).

Menurut Achmad, kebijakan ini bertujuan untuk membentuk tata kelola yang lebih efektif, mempercepat pengambilan keputusan, serta menekan duplikasi fungsi dan transaksi internal di lingkungan grup.

"Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai," ucapnya.

Strategi Digitalisasi dan Penguatan Konektivitas Logistik Nasional

Selain itu, Pelindo terus melakukan standardisasi layanan, digitalisasi proses bisnis, dan peningkatan produktivitas terminal untuk menguatkan efisiensi serta kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Di sisi lain, perseroan juga mengakselerasi pengembangan jaringan berbasis hub and spoke, sembari mendorong integrasi layanan pelabuhan dengan kawasan industri, pusat logistik, dan moda transportasi lainnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pelindo dalam memperkuat konektivitas dan efisiensi arus barang di ekosistem logistik nasional.

"Melalui pengembangan jaringan dan integrasi layanan tersebut, kami ingin memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional sekaligus menciptakan konektivitas arus barang yang semakin efisien," kata Achmad.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah