tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani melaporkan perkembangan proyek Danantara Housing kepada Presiden Prabowo Subianto saat menghadap di Istana, Jakarta, Senin (27/7/2026) siang.
Program ini disiapkan untuk memasarkan sejumlah unit apartemen atau rumah milik BUMN yang selama ini belum terjual, dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kemudian juga rencana kita akan melakukan ada beberapa pembangunan sifatnya apartemen atau rumah yang selama ini belum, sudah dibangun oleh BUMN tapi belum bisa terjual, kita akan mengadakan Danantara Housing untuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik dan juga dengan cara pembayaran yang lebih baik,” kata Rosan kepada awak media di Istana.
Rosan menegaskan, laporan mengenai Danantara Housing disampaikan bersamaan dengan sejumlah update lain terkait Danantara.
Termasuk progres streamlining atau perampingan perusahaan BUMN yang hingga akhir Juli 2026 diperkirakan telah mencapai lebih dari 250 perusahaan.
“Ini aja, diminta bicara pelaporan mengenai update beberapa hal yang berhubungan dengan Danantara. Di antaranya juga kita update streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN, yang di mana pokoknya akhir bulan ini streamlining kan sudah 250, bahkan bisa mencapai, mungkin lebih dari 250 perusahaan,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah langkah streamlining yang telah dilakukan, seperti penggabungan aset manajemen di sektor perbankan dan keuangan, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM), penggabungan di bidang logistik, serta akselerasi penggabungan di sektor rumah sakit dan perhotelan.
Mengutip laman resmi Danantara, Danantara Housing diperkenalkan sebagai penyedia hunian berkualitas dengan harga terjangkau yang tersebar di seluruh Indonesia, mencakup pilihan rumah subsidi maupun komersial.
Program ini merupakan bagian dari peran Danantara dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dengan memanfaatkan aset-aset milik BUMN, termasuk lahan dan bangunan yang selama ini belum dioptimalkan.
Sementara itu, saat ditanya soal potensi gangguan pasar akibat mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Rosan belum memberikan tanggapan dan memilih melanjutkan agenda berikutnya.
“Nanti saya kembali lagi untuk acara berikutnya. Nanti saya balik,” ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































