Menuju konten utama

Kunjungan Wisman Secara Tahunan Turun 2,15 Persen di Juni 2026

BPS catat kunjungan wisman Juni 2026 mencapai 1,39 juta, naik tipis secara bulanan namun turun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kunjungan Wisman Secara Tahunan Turun 2,15 Persen di Juni 2026
Pemandu wisata berbincang dengan wisatawan asing di Desa wisata adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (23/5/2025). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan. Meski naik 0,32 persen dibanding Mei 2026, jumlah kunjungan wisman turun 2,15 persen secara tahunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono berujar, kunjungan wisman pada Juni 2026 terdiri atas 1.210.879 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 175.696 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

"Dengan demikian, pada bulan Juni tahun 2026 secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,39 juta atau naik 0,32 persen secara bulannya. Sedangkan, secara tahunannya justru mengalami penurunan sebesar 2,15 persen," ucap Ateng saar konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ateng mengatakan, meski secara tahunan turun pada Juni 2026, kinerja kunjungan wisman secara kumulatif sepanjang semester I 2026 masih tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, capaian kunjungan wisman selama Januari-Juni 2026 menjadi capaian tertinggi sejak beberapa tahun lalu.

"Secara kumulatif, atau sepanjang Januari-Juni tahun 2026 total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Teman-teman media, capaian kunjungan wisman selama Januari-Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu," ujarnya.

Ia melanjutkan, BPS mencatat wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar pada Juni 2026 dengan porsi 18,66 persen. Kemudian, wisatawan pemegang paspor Singapura sebesar 12,25 persen dan Australia 12,08 persen.

Secara bulanan, kunjungan wisman pemegang paspor Singapura dan Australia meningkat. Sedangkan, kunjungan wisatawan pemegang paspor Malaysia menurun.

Sementara itu, secara tahunan, kunjungan wisatawan pemegang paspor Malaysia dan Australia meningkat, sementara wisatawan pemegang paspor Singapura mengalami penurunan.

Ateng menambahkan, berdasat pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Kunjungan melalui bandara tersebut terutama didominasi wisatawan pemegang paspor Australia.

BPS turut mencatat rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwulan II 2026 mencapai 1.285 dolar AS. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026.

Sementara itu, rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan II 2026 tercatat 10,3 malam. Berdasarkan jenis pengeluaran, proporsi terbesar pengeluaran wisman pada triwulan II 2026 dialokasikan untuk akomodasi sebesar 37,21 persen, diikuti makanan dan minuman sebesar 19,81 persen, serta belanja dan cenderamata sebesar 11,04 persen.

Berdasarkan jenis pengeluaran, proporsi terbesar pengeluaran wisman pada triwulan II 2026 dialokasikan untuk akomodasi sebesar 37,21 persen, diikuti makanan dan minuman sebesar 19,81 persen, serta belanja dan cenderamata sebesar 11,04 persen.

"Terjadi peningkatan proporsi jenis pengeluaran wisman pada hiburan, sewa kendaraan, dan juga penerbangan domestik," tutur Ateng.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana