Menuju konten utama

Layanan KRL & Tol Akses Bandara Soetta Terdampak Banjir DKI

Perjalanan Kereta Api Commuter Line dan jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta terdampak banjir Jakarta. Masyarakat diimbau mencari alternatif jalan lain.

Layanan KRL & Tol Akses Bandara Soetta Terdampak Banjir DKI
Seorang penumpang berjalan di peron Stasiun Tangerang di Banten, Senin (20/4/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hujan deras mengguyur Jakarta pada Sabtu (17/1/2026) malam hingga Minggu (18/1/2026) pagi. Akibatnya, sejumlah jalur transportasi umum mengalami gangguan akibat banjir, salah satunya KRL di Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota.

Atas hal tersebut, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line terhadap jalur tersebut. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa demi keselamatan perjalanan Commuter Line, hingga pukul.06.00 WIB, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line yang akan melintas Stasiun Kampung Bandan dan yang akan menuju Stasiun Jakarta Kota.

KRL lintas Bekasi/Cikarang, katanya, hanya melintas sampai Stasiun Angke akibat Stasiun Kampung Bandan tergenang banjir.

“Perjalanan Commuter Line Cikarang diatur dengan pola operasi hanya memutar sebagian sampai Stasiun Angke untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Manggarai, dan sampai Stasiun Kemayoran untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Pasar Senen,” jelas Leza dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

“Selain itu, untuk perjalanan Commuter Line Tanjung Priok hingga saat ini perjalannya sementara ini dibatalkan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Bogor, perjalannya hanya sampai Stasiun Jayakarta/Manggarai untuk kembali ke Bogor,” tambah Leza.

Saat ini, kata Leza, petugas terkait masih di lokasi banjir untuk pemantauan kondisi dan keamanan prasarana layanan perjalanan kereta api. “Kami mengimbau para pengguna Commuter Line untuk selalu ikuti arahan petugas di stasiun,” ucap Leza.

KAI Commuter juga mengimbau kepada para pengguna untuk membawa perlengkapan hujan dan menggunakan alas kaki yang tidak licin. Tetap utamakan keselamatan dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas dengan kondisi saat ini.

Lalu, berdasarkan pantauan Tirto di akun resmi KAI Commuter, pihaknya mengatakan saat ini genangan di Stasiun Jakarta Kota dampak hujan saat ini telah surut. Perjalanan KAI di lokasi dapat dilalui normal sesuai dengan kecepatan yang diizinkan.

Selain KRL, tingginya curah hujan juga menyebabkan genangan di beberapa titik Ruas Tol Sedyatmo. Oleh karena itu, Jasa Marga mengoptimalkan pompa air di lokasi.

“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami akibat kejadian ini,” ujar Senior Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Plaza Tol Cililitan, Jakarta, Ginanjar Bekti R, dalam keterangannya, Minggu.

Sampai dengan pukul 06.45 WIB, ucap Ginanjar, terdapat dua titik genangan yang masih ditangani oleh petugas yaitu Off Ramp - GT Pluit 3 dan KM 31+000 A Off Ramp Rawa Bokor.

Ginanjar mengatakan petugas pertama mendeteksi genangan di Gerbang Tol (GT) Pluit 3 pada pukul 04.12 WIB dan langsung menuju ke lokasi untuk memastikan pompa beroperasi normal. Namun, curah hujan terus meningkat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan munculnya limpasan air yang cukup deras dari kawasan sekitar ke saluran air jalan tol sehingga menimbulkan genangan di jalan tol.

Ginanjar juga menyebut di saat bersamaan juga terjadi genangan di akses keluar Rawa Bokor akibat meluapnya kali perancis yang menyebabkan aliran air di saluran tidak dapat mengalir keluar dan menimbulkan genangan di jalan tol. Jasa Marga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), Jasa Marga Tollroad Maintenance (JMTM) dan Kepolisian terus berupaya mengurangi debit air dan melakukan pengaturan lalu lintas yang dibutuhkan. Saat ini, sudah beroperasi total 7 pompa di dua lokasi dengan tambahan 1 pompa mobile di akses Rawa Bokor untuk mempercepat penanganan genangan.

“Diimbau kepada pengguna jalan untuk tetap tertib di antrian dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika memiliki jadwal penerbangan yang mendesak, harap dapat memanfaatkan akses lain melalui JORR 2 atau dengan mempertimbangkan moda transportasi umum lainnya untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta,” tutup Ginanjar.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, menyebabkan genangan di sejumlah titik permukiman dan ruas jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 08.00 WIB, genangan masih terjadi di 34 RT dan 19 ruas jalan.

“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 18 Januari 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta,” demikian keterangan resmi BPBD DKI Jakarta dalam pembaruan informasi terkini, Minggu.

Wilayah paling terdampak berada di Jakarta Barat dengan total 17 RT tergenang. Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, genangan terjadi di 8 RT dengan ketinggian air mencapai 45 sampai 60 sentimeter, dipicu oleh curah hujan tinggi. Genangan juga terjadi di Kelurahan Rawa Buaya (4 RT, tinggi air 30 cm), Kelurahan Jelambar (1 RT, 25 cm), serta Kelurahan Tegal Alur (4 RT, 30 sampai 40 cm).

Sementara itu, di Jakarta Pusat, genangan tercatat di 13 RT yang seluruhnya berada di Kelurahan Serdang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Jakarta Timur melaporkan genangan di 1 RT di Kelurahan Rawa Terate dengan ketinggian 40 sentimeter. Adapun di Jakarta Utara, genangan terjadi di 3 RT, masing-masing di Kelurahan Ancol (1 RT, 30 cm) dan Kelurahan Pademangan Barat (2 RT, 30 cm).

Selain pemukiman warga, genangan juga merendam 19 ruas jalan di sejumlah wilayah. Di Jakarta Pusat, genangan setinggi 10 sentimeter terpantau di Jalan Industri VI, Kelurahan Gunung Sahari Utara, serta Jalan Cempaka Putih Barat 26, Kelurahan Cempaka. Di Jakarta Utara, genangan tertinggi mencapai 70 sentimeter di Jalan Karang Bolong Raya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.

Sejumlah ruas jalan lain di Jakarta Utara yang tergenang antara lain Jalan Gaya Motor Raya (depan Kodim 0502) dengan ketinggian 50 sentimeter, Jalan Jembatan Tiga Raya (60 cm), serta Jalan Pluit Raya (depan Hotel JP) dengan ketinggian 45 sentimeter. Sementara di Jakarta Barat, genangan setinggi 50 sentimeter terjadi di Jalan Benda Raya, Kelurahan Kamal.

BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya warga yang harus mengungsi akibat genangan. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 kepala keluarga dengan total 29 jiwa mengungsi di RPTRA Alur Anggrek. “Total Pengungsi: 12 KK 29 Jiwa,” tulis BPBD.

Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah.

“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” tulis BPBD.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan. “BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tulis BPBD.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fahreza Rizky