Menuju konten utama

Kementan dan Bapanas Gandeng TNI Salurkan Dana Bantuan Rp75 M

Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Agam, hingga Tapanuli, jadi tantangan penyaluran bantuan.

Kementan dan Bapanas Gandeng TNI Salurkan Dana Bantuan Rp75 M
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) bersama Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Rapat tersebut membahas upaya pemerintah dalam pemulihan pascabencana pada sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan di daerah terdampak. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan kementeriannya, bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), telah menggandeng TNI untuk penyaluran bantuan pangan dan logistik ke wilayah terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kedua kementerian itu juga menggalang dana senilai Rp75 miliar sebagai langkah darurat sebelum anggaran rehabilitasi infrastruktur yang lebih besar dikucurkan.

“Pada kesempatan ini kami juga melaporkan bahwa dalam rangka membantu sara-sara kita yang terkena bencana di Sumatera telah terkumpul donasi kementerian pertanian dan badan pangan peduli sebanyak Rp75 miliar,” ujar Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Agam, hingga Tapanuli, menjadi tantangan utama penyaluran bantuan. Amran menyebutkan bahwa setidaknya 820 unit jalan produksi tani rusak parah, yang secara otomatis memutus rantai distribusi logistik konvensional.

Menyikapi hal tersebut, Amran menyebut Kementerian Pertanian melibatkan unsur TNI dan Polri dalam operasi pengiriman bantuan. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui berbagai jalur transportasi untuk menjangkau titik-titik isolasi.

“Bantuan tersebut telah dikirim tiga tahap, bekerja sama dengan Angkatan Laut, Angkatan Udara dan TNI serta Polri,” jelas Amran.

Keterlibatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara menjadi krusial mengingat skala bencana, yang disebut Amran sebagai bencana hidrometeorologi yang cukup parah, berupa banjir bandar, luapan sungai, dan tanah longsor.

Amran memastikan donasi sebesar Rp75 miliar tersebut difokuskan untuk meringankan beban masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan utamanya. Pasalnya, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi di ketiga provinsi tersebut lumpuh total.

Berdasarkan data Kementan per 13 Januari 2026, lebih dari 107 ribu hektare sawah terdampak, dengan luas puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare. Keadaan kian genting karena sebanyak total 824.991 hewan ternak mati dan hilang di wilayah tersebut.

Amran menekankan bahwa bantuan darurat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kementerian untuk memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi petani. Meski bantuan tahap awal telah disalurkan, ia menegaskan bahwa proses pemulihan jangka panjang akan tetap bergantung pada optimalisasi anggaran negara.

“Kementerian Pertanian berupaya untuk membantu memilihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pasca bencana yang terjadi baik dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia di tahun 2026 maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan apabila memungkinkan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty