tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,55 persen pada Juli 2026 dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen. Kenaikan ini dipicu meningkatnya biaya pendidikan seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, biaya sekolah dasar (SD), biaya sekolah taman kanak-kanak (TK), dan biaya bimbingan belajar menjadi komoditas yang paling besar mendorong inflasi pada kelompok pendidikan.
"Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen," sebutnya saat konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, biaya sekolah SD, biaya sekolah TK, dan biaya bimbingan belajar merupakan komoditas yang paling dominan memicu inflasi pada kelompok pendidikan.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok pendidikan terutama biaya sekolah SD, biaya sekolah taman kanak-kanak dan juga biaya bimbingan belajar dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen," ujarnya.
Ateng menuturkan, selain ketiga komoditas tersebut, sejumlah komponen pendidikan lain juga mengalami kenaikan harga pada awal tahun ajaran baru. Namun, kontribusinya terhadap inflasi relatif kecil.
Ia menambahkan, biaya sekolah SD, biaya sekolah TK, dan biaya bimbingan belajar juga menjadi komoditas yang dominan menyumbang inflasi inti, bersama telepon seluler, sepeda motor, serta pelumas atau oli mesin.
Adapun BPS mencatat komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026 dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,09 persen.
"Di masa awal tahun ajaran baru ini, komoditas lainnya di kelompok pendidikan yang juga mengalami inflasi. Namun, tidak memberikan andil inflasi yang signifikan, ini terutama biaya sekolah SMP," tuturnya.
"Kemudian juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi, biaya sekolah SMA, taman pendidikan Al-Quran, kelompok bermain, pendidikan anak usia dini atau PAUD, kursus bahasa asing dan biaya kursus matematika," lanjut Ateng.
Sebagai informasi, BPS mencatat inflasi tahunan (year on year/YoY) mencapai 2,88 persen pada Juli 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,6 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan pada Juli 2026 terutama didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,97 persen.
Kedua, kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 5,12 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,62 persen.
Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 9,04 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,61 persen. Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































