tirto.id - Jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Aceh terus mengalami penurunan. Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M. Nasir Syamaun, menyampaikan pada Selasa (13/1/2026), 155.193 jiwa masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di 988 titik.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan data yang dikeluarkan Pemerintah Aceh pada Minggu (11/1/2026). Saat itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 216.875 jiwa yang tersebar di 1.008 titik pengungsian.
"Kondisi pengungsian telah mengalami perubahan, dimmana 155.000 jiwa masih di lokasi pengungsian," ujar M. Nasir, Selasa (13/1/2026).
Pada awal bencana, Nasir menyebutkan, angka pengungsi sempat menembus satu juta orang, dengan total masyarakat terdampak mencapai sekitar 2,5 juta jiwa.
Menurut Nasir, kondisi pengungsian saat ini sudah mengalami perubahan seiring surutnya banjir di sejumlah wilayah. Namun, sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati.
Terkait korban hilang, ia menyebutkan sebanyak 31 orang belum ditemukan. Meski demikian, proses pencarian telah dihentikan setelah seluruh tahapan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan terlaksana.
Selain berdampak pada warga, bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Tercatat hingga saat ini sebanyak 227 unit perkantoran mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Kerusakan juga terjadi pada 641 unit tempat ibadah serta 981 unit sekolah di berbagai daerah terdampak.
"Pemerintah Aceh terus bekerja maksimal. Saat ini fokus kita memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani dengan baik melalui koordinasi lintas sektor," ujarnya.
Pemerintah Aceh juga telah membentuk sembilan klaster penanganan bencana yang melibatkan sekitar 150 organisasi masyarakat sipil. Stok logistik, khususnya beras, dipastikan tetap menjangkau wilayah terdampak meskipun terdapat kendala akses dan kondisi cuaca.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan pemulihan konektivitas akibat putusnya sejumlah jembatan serta melakukan evaluasi terhadap 456 pos kesehatan guna memastikan layanan medis bagi masyarakat terdampak tetap berjalan dengan baik.
"Koordinasi terus kita perkuat dengan NGO, TNI, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di pemukiman dan lokasi penumpukan material sisa banjir," tambah Nasir.
==========
Kontributor: Nadim
Penulis: Nadim
Masuk tirto.id
































