tirto.id - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama industri pakan menyepakati penundaan kenaikan harga pakan ayam untuk mempercepat pemulihan harga telur di tingkat produsen.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan keputusan ini diambil usai pihaknya mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan guna membahas kenaikan harga pakan yang dikeluhkan peternak di tengah rendahnya harga telur di tingkat produsen.
"Kami berupaya meningkatkan harga telur sesuai harga acuan, termasuk mencari solusi agar di saat harga telur belum sesuai harga acuan ini, pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan sampai kondisi harga telur membaik sebagaimana yang kita harapkan," ujar Agung seperti dikutip Antara, Selasa (4/8/2026).
Menurut Agung, kenaikan harga bahan baku impor, biaya distribusi, maupun nilai tukar rupiah menjadi faktor yang mempengaruhi biaya produksi industri pakan.
Meski demikian, industri pakan disebut juga telah memahami kondisi peternak sehingga berkomitmen menunda kenaikan harga sambil menunggu harga telur kembali berada di atas biaya produksi.
"Mengingat kondisi harga telur yang masih belum baik, para feedmill (pabrik pakan) sepakat menahan dulu kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur sehingga keberlanjutan peternak rakyat terus terjaga," beber Agung.
Agung menuturkan, harga pakan ternak di pasaran saat ini dilaporkan bervariasi, mulai dari Rp9.000 per kilogram untuk pakan broiler hingga jenis lain yang berkisar antara Rp8.000 sampai Rp9.000 per kg.
Selain itu, terdapat pula pakan yang seharga Rp7.000 per kg, bahkan beberapa jenis lainnya tersedia dengan harga di bawah Rp6.000 per kg.
Karena itu, Agung mendorong agar koperasi-koperasi yang membawahi para peternak langsung membeli pakan dari pabrik pakan. "Begitu juga bagi yang melakukan pencampuran mandiri (self-mixing), untuk pembelian SBM-nya (Soybean Meal) bisa langsung ke importir, baik swasta maupun BUMN (PT Berdikari). Kami memfasilitasi pembelian langsung agar harganya tidak terlalu mahal dengan memotong jalur distribusi," ucapnya.
Selain itu, Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan Polri, BUMN, dan pelaku usaha juga menyepakati sejumlah langkah konkret untuk memulihkan harga telur dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat, salah satunya penundaan kenaikan harga pangan.
Untuk menjaga stabilitas harga ayam, pemerintah juga mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil untuk membantu menekan biaya produksi selama harga pakan meningkat.
Selain menjaga biaya produksi, pemerintah mendorong peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar harga di tingkat peternak segera mengalami pemulihan.
Agung menegaskan upaya itu sebagai langkah cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga telur yang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah Rp26.500 per kilogram.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































