Menuju konten utama

Groundbreaking Giant Sea Wall Jakarta Digelar September 2026

Giant Sea Wall adalah proyek pembangunan tanggul laut raksasa di beberapa area pesisir Indonesia.

Groundbreaking Giant Sea Wall Jakarta Digelar September 2026
Foto udara aktivitas petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara menambal tanggul laut Muara Baru yang bocor di kawasan Muara Baru, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan beberapa titik tanggul di pesisir utara Jakarta saat ini berada dalam pemantauan ketat, termasuk Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru, RE Martadinata, dan Marunda Pulo. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan groundbreaking proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa direncanakan pada September 2026. Giant Sea Wall adalah proyek pembangunan tanggul laut raksasa di beberapa area pesisir Indonesia.

Pramono mengatakan terkait pembangunan proyek ini, pihaknya menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

“Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 tambah 7 menjadi 19. Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan. Tetapi kapan dimulainya? Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini,” tutur Pram dalam konferensi pers usai acara Groundbreaking Pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MET Lin-Utara-Selatan di Area Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Sejalan dengan hal itu, pemerintah Jakarta melakukan persiapan dengan membangun tembok Pengendalian Terpadu Ibu Kota atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Pram menyebut hal ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir rob di pesisir Jakarta Utara.

“Yang dulu kemarin sempat heboh ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas, maka sekarang ini kita menyelesaikan itu,” katanya.

Lebih jauh, Pram menuturkan bahwa di beberapa titik sudah diselesaikan dan tinggal proses penataan.

“Karena saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri apa, tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya,” katanya.

Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN TANGGUL LAUT atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah