tirto.id - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bersama putra bungsunya yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menyempatkan diri menemui keluarga almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan (36), korban penembakan kelompok bersenjata di Papua.
Pada Rabu (16/9/2026), Jokowi dan Kaesang, sempat menemui dan bermalam bersama pengungsi gempa di posko pengungsian Desa Rokirole, Pulaue Palue, Kecamatan Palue.
Jokowi dan Kaesang tiba di rumah duka keluarga Alfonsius di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/9/2026) siang.
Keduanya didampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menyampaikan belasungkawa kepada ayah, ibu, istri, dan anak almarhum serta menyerahkan tali asih kepada keluarga.
Kunjungan itu dilakukan Jokowi dalam perjalanan dari Pelabuhan Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, menuju Bandara Frans Seda Maumere sebelum melanjutkan penerbangan menuju Makassar dan Solo.
Suasana duka masih terasa di rumah keluarga Alfonsius. Keluarga baru saja melewati ritual malam keempat pada Rabu malam, 16 September 2026.
Namun, kedatangan Jokowi dan Kaesang menjadi momen tersendiri bagi keluarga. Mereka antusias menyambut kehadiran mantan presiden dua periode tersebut dan memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga mendengarkan cerita mengenai sosok dan pekerjaan Alfonsius dari sang istri, Tur Hutagalung.
Mewakili keluarga besar, Hendrikus Evenetus, kakak sulung almarhum dokter hewan Alfonsius, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan Jokowi.
"Kami merasa bersyukur dan berterima kasih sekali Pak Jokowi bisa hadir di rumah ini. Kami merasa terhormat dan tidak menyangka beliau datang ke rumah ini," ungkap Hendrikus.
Menurut dia, kehadiran Jokowi memberikan ketenangan bagi keluarga yang masih berduka.
"Kami merasa mendapatkan ketenangan untuk menghadapi rasa duka yang tengah kami alami," katanya.
Sementara itu Istri almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan, Tiur Hutagalung menitipkan harapan dengan kehadiran Jokowi masalah di Jayawijaya bisa diselesaikan.
"Semoga ada perhatian, semoga bisa diselesaikan masalah di Jayawijaya, semoga tidak ada lagi Apong (panggilan akrab drh.Alfonsius) berikutnya yang jadi korban KKB," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan media, drh. Alfonsius Albinus Mehan merupakan salah satu pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu, 9 September 2026.
Alfonsius ditembak bersama dua pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya lainnya, yakni Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Willi Mbuik (26), CPNS pada Dinas Pertanian Jayawijaya.
Ketiganya dilaporkan menjadi korban ketika menjalankan tugas kedinasan untuk mengantar bantuan bibit babi. Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut diadang kelompok bersenjata yang diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Jenazah Alfonsius tiba di Maumere pada Sabtu, 12 September 2026. Ia kemudian dimakamkan pada Minggu, 13 September 2026, di halaman rumah keluarganya.
Alfonsius merupakan putra alumni SMAK Frateran Maumere. Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter hewan, ia mengabdikan diri sebagai pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Ia merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara, putra pasangan Paulus Robertus dan Maria Sukarti Yam.
Alfonsius menikah dengan Tur Hutagalung pada 2021 dan meninggalkan seorang istri serta seorang anak laki-laki yang kini berusia lima tahun.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































