tirto.id - Tiga ASN pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya, Papua tewas ditembak oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu (9/9/2026). Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga terlibat dalam peristiwa ini. Berikut identitas ketiga ASN yang menjadi korban penembakan.
Sebelumnya, insiden berdarah tersebut dilaporkan terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Penembakan terjadi ketika para korban tengah melakukan perjalanan dinas bersama delapan orang lain.
Rombongan tersebut kemudian ditembak oleh OTK. Dari 11 orang anggota rombongan, tiga di antaranya tertembak dan kemudian tewas.
Korban disebut sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa ketiga korban penembakan itu tidak tertolong.
Pada Kamis (10/9), Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani menyebut bahwa KKB diduga terlibat dalam peristiwa itu. Meski begitu, kelompok mana yang disinyalir menjadi pelaku tak diungkap Faizal.
“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya.
Jenazah Wili Mbuik akan diterbangkan ke kampung halamannya di Kupang setibanya di Bandara Sentani, Jayapura.
"Sedangkan dua jenazah lainnya, yaitu Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha masih berada di Wamena," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito di Jayapura, dikutip Antara, Kamis (10/9).
Sosok Tiga ASN Dinas Pertanian yang Ditembak KKB Papua
Seiring insiden penembakan di Jayawijaya terkonfirmasi, Kodim 172/Jayawijaya mengungkap identitas ketiga korban tewas dalam peristiwa tersebut. Ketiganya disebut merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.
Dalam keterangannya pada Rabu, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyebut bahwa ketiga korban tewas tersebut adalah Aprida Rapi (49), Alvonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (26). Mereka disebut menjadi korban penembakan ketika mengantar bantuan bibit babi.
“Dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,” kata Ilham menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, berikut merupakan identitas ketiga korban tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di Jayawijaya pada Rabu.
1. Aprida Rapi
Aprida Rapi merupakan staf Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dalam dinas tersebut, Aprida menjabat sebagai kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan.Aprida merupakan sarjana peternakan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan. Ia merupakan alumni Unhas angkatan 1996.
Menurut keterangan Kodim 1702/Jayawijaya, Aprida merupakan salah satu korban tewas yang tertembak. Timah panas disebut telah menembus bagian rusuk kiri depan Aprida.
Dari ketiga korban tewas dalam insiden berdarah tersebut, Aprida merupakan yang paling senior. Ia berusia 49 tahun ketika tewas ditembak OTK di Papua pada Rabu.
2. Willi Mbuik
Sementara itu, Willi Mbuik merupakan junior Aprida di Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia merupakan perempuan asal Kupang, NTT, yang saat itu berstatus sebagai CPNS di dinas tersebut.Willi turut menjadi bagian dari rombongan yang dicegat OTK di Jayapura pada Rabu lalu. Ia juga merupakan korban yang ditembak kala itu. Willi dilaporkan meninggal dunia setelah peluru bersarang di bagian rusuk kanannya.
Perempuan asal Kupang tersebut dilaporkan merupakan alumni Universitas Cendana (Undana). Universitas tersebut merupakan kampus yang menganugerahkan gelar sarjana bidang agribisnis.
Willi masih berusia 26 tahun ketika peristiwa nahas itu terjadi. Jenazahnya kini telah diterbangkan ke Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya.
3. Alvonsius Albinus Mehan
Berbeda dari dua korban lainnya, Alvonsius Albinus Mehan merupakan seorang dokter hewan. Ia dokter hewan yang ditugaskan ke dinas pertanian oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.Ketika peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu, Alvonsius masih tergolong muda. Ia baru berusia 36 tahun saat peluru ditembakkan ke kepalanya dan membuat Alvonsius meninggal dunia.
Alvonsius merupakan alumni SMAK Frateran Maumere. Ia disebut merupakan alumni angkatan ke-4 dari sekolah menengah di Flores, NTT itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































