Menuju konten utama

Kemenkes Pastikan Saat Ini Belum Ada Perubahan Dosis Obat TB

Kemenkes menegaskan, hingga saat ini, program pengobatan TB nasional masih gunakan durasi minimal 6 bulan.

Kemenkes Pastikan Saat Ini Belum Ada Perubahan Dosis Obat TB
Tenaga kesehatan bersiap melakukan rontgen thorax terhadap pasien di RSUD Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). . ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Pelayanan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, memastikan belum ada perubahan kombinasi obat, dosis, maupun formulasi baru dalam pengobatan tuberkulosis (TB) yang digunakan secara luas saat ini.

Hal tersebut dia sampaikan saat dikonfirmasi Tirto terkait isu pemangkasan durasi terapi TB dari yang sebelumnya 6-9 bulan menjadi hanya 1 bulan.

"Terkait perubahan kombinasi atau dosis obat, penelitian mengenai regimen dengan durasi pengobatan yang lebih singkat masih berlangsung. Saat ini, penelitian tersebut baru akan memasuki uji klinis fase 3, sehingga belum dapat disimpulkan apakah terdapat kombinasi obat, dosis, maupun formulasi tertentu yang digunakan secara luas," kata Aji kepada Tirto, Kamis (1/10/2026).

Aji menegaskan regimen atau jenis obat baru yang disebut-sebut mempersingkat masa terapi TB itu belum dapat dipastikan akan digunakan dalam program nasional. Menurutnya, penelitian masih harus melewati tahapan uji klinis sebelum bisa dipertimbangkan untuk diterapkan secara luas.

"Terkait jenis obat atau regimen baru, sampai saat ini belum dapat disampaikan sebagai regimen yang akan digunakan dalam program nasional. Penelitian masih perlu melalui tahapan uji klinis untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan aspek lainnya sebelum dapat dipertimbangkan untuk implementasi program," ujarnya.

Aji juga menegaskan dampak regimen baru tersebut terhadap pasien, baik dari sisi efektivitas pengobatan, efek samping, maupun risiko kekambuhan, masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui penelitian yang sedang berjalan.

"Dari sisi pasien, dampak terhadap efektivitas pengobatan, efek samping, maupun risiko kekambuhan juga masih menjadi bagian yang perlu dibuktikan melalui penelitian. Karena penelitian belum selesai, dari sisi program belum dapat memberikan kesimpulan mengenai manfaat atau dampak penerapan regimen tersebut," katanya.

Soal kapan regimen baru itu bisa diterapkan, Aji mengatakan Kemenkes belum dapat memastikan waktunya karena uji klinis fase 3 belum dimulai. Dia menegaskan, hingga saat ini, program pengobatan TB nasional masih menggunakan durasi minimal 6 bulan.

"Setelah penelitian selesai, hasilnya masih perlu melalui proses penilaian dan rekomendasi sebelum dapat dipertimbangkan untuk menjadi kebijakan/program. Untuk saat ini, regimen pengobatan TB yang digunakan dalam program masih memiliki durasi minimal 6 bulan, sesuai jenis TB dan kondisi pasien," ujarnya.

Baca juga artikel terkait TUBERKULOSIS atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi