tirto.id - Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan ini berlangsung setelah Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri lewat uji kelayakan dan kepatutan.
Sepanjang kariernya, Suyudi tercatat menangani sejumlah perkara yang menyita perhatian publik. Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019, ia terlibat dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, serta pengungkapan pembunuhan Pupung Sadili dan anak tirinya oleh Aulia Kesuma.
Sebagai Kapolda Banten, ia mengungkap kasus penembakan bos rental mobil di Tangerang yang melibatkan anggota TNI AL, juga pemerasan terhadap PT Chandra Asri Alkali oleh petinggi Kadin Cilegon.
Setelah memimpin BNN sejak Agustus 2025, ia menonjol lewat penangkapan buronan internasional Dewi Astutik alias Mami di Kamboja, yang disebut BNN sebagai otak penyelundupan 2 ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun.
Deretan Kasus yang Ditangani Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Selama menempati berbagai posisi di Polri, Komjen Pol Suyudi Ario Seto telah menangani banyak kasus, berikut daftar deretan kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik:
1. Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan
Pada 11 April 2017 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras pada bagian wajahnya hingga membuat mata kirinya buta.Setelah menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya pada Juli 2019, Suyudi menyebut kasus ini sebagai pekerjaan rumah yang akan ditindaklanjuti.
Dalam perkembangan penyidikan pada periode tersebut, kepolisian kemudian menangkap dua anggota Polri yang diduga terlibat dalam serangan terhadap Novel yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis.
2. Teror air keras di Jakarta Barat
Saat masih berpangkat kombes, Suyudi meringkus Vindra Yuniko, pelaku teror yang menyiramkan soda api dan melukai seorang siswi SMP serta pedagang sayur di wilayah Kebon Jeruk, Meruya Utara, dan Kembangan.3. Pembunuhan Pupung Sadili dan anaknya oleh Aulia Kesuma
Aulia Kesuma merupakan istri dari Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54). Ia kmudian diamankan aparat setelah membunuh suami dan anak tirinya, M. Adi Pradana (23) di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada 2019.Menurut Suyudi dalam jumpa pers, Aulia Kesuma merencanakan perbuatannya karena terlilit utang hingga miliaran.
Rencana awal Aulia adalah dengan santet dan pembakaran rumah namun gagal. Para korban kemudian diberi obat tidur dosis tinggi dalam jus tomat, lalu dibekap oleh dua eksekutor sewaan dari Lampung.
Polisi menetapkan tujuh tersangka dengan jerat Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana). Aulia belakangan dituntut dan divonis hukuman mati.
4. Kematian mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori
Saat menjabat Dirreskrimum pada 2019, Suyudi menyatakan akan mendalami kasus kematian mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori ini bersama perkara lama lainnya.Tubuh Aksenya ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/3/2015) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, saksi mata melihat Aksenya memakai tas ransel yang ketika dibuka berisi batu.
Sayangnya, hingga saat ini kasus ini masih belum menemukan titik terang apakah Aksenya mengakhiri hidupnya sendiri atau korban pembunuhan.
5. Terbongkarnya praktik klinik Stem Cell ilegal di Kemang
Suyudi yang kala itu masih berstatus sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik klinik yang menyuntikkan stem cell secara ilegal di kawasan Kemang pada tahun 2020.6. Penembakan bos rental mobil di Tangerang
Saat menjabat Kapolda Banten, Suyudi menangani kasus penembakan pemilik rental mobil Ilyas Abdurrahman (48) di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.Menurut Suyudi, kasus bermula dari penggelapan mobil Honda Brio sewaan. Penyewa memakai KTP dan KK palsu, mobil diserahkan ke pelaku yang masih buron, lalu dijual dan akhirnya sampai ke tangan anggota TNI AL.
Saat pemilik rental dan timnya mengejar mobil itu, terjadi "tarik-menarik" yang berujung penembakan. Polda Banten menetapkan dua tersangka penggelapan, sedangkan tiga anggota TNI AL ditangani Puspomal.
7. Pemerasan terhadap PT Chandra Asri Alkali
Suyudi juga memimpin respons kepolisian terhadap dugaan pemerasan terhadap proyek PT Chandra Asri Alkali (CAA) di Cilegon saat menjadi Kapolda Banten pada 2025.Kasus ini berawal dari video viral yang memperlihatkan oknum Kadin Cilegon meminta proyek pabrik senilai Rp5 triliun tanpa tender kepada kontraktor China Chengda Engineering.
Suyudi membentuk tim khusus, dan pada 16 Mei 2025 Polda Banten menetapkan tiga tersangka yaitu Ketua Kadin Cilegon Muhamad Salim, Wakil Ketua Kadin Bidang Industri Ismatullah, dan Ketua HNSI Cilegon Rufaji Jahuri. Mereka dijerat Pasal 160, 368, dan 335 KUHP (penghasutan, pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan).
8. Penangkapan buronan Dewi Astutik alias Mami
Dewi, asal Ponorogo, adalah aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun dari jaringan Golden Triangle, yang digagalkan di Kepulauan Riau pada Mei 2025. Ia juga buronan Korea Selatan.Suyudi menginstruksikan pembentukan tim khusus, dan operasi senyap bersama BAIS TNI, Kepolisian Kamboja, serta KBRI Phnom Penh dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan.
Dewi ditangkap pada 1 Desember 2025 di Sihanoukville, Kamboja, saat bersama seorang pria di dalam mobil setelah keluar dari hotel. Ia diverifikasi di Phnom Penh, lalu diterbangkan ke Indonesia pada 2 Desember 2025.
Menurut BNN, Dewi berperan sebagai perekrut kurir jaringan narkotika Asia-Afrika. Ia mengenal dunia narkotika dari lingkungan online scammer di Kamboja dan mulai aktif merekrut kurir sejak awal 2024.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































