tirto.id - Kelompok sipil bersenjata diduga melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dalam peristiwa ini, sembilan perempuan diduga disandera dan dibawa ke dalam hutan.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, membenarkan adanya laporan terkait aksi penyanderaan tersebut. Dia mengaku ada juga seorang ibu yang dilaporkan tewas ditembak setelah menolak ikut dibawa kelompok tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026). Terdapat seorang anak perempuan yang menjadi korban dibuang ke jurang.
"Anak tersebut diduga selamat, namun mengalami patah kaki. Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," kata Alredo dalam keterangan tertulis, Kamis (20/9/2026).
Menurut keterangan masyarakat yang diterima kepolisian, sembilan perempuan yang diduga disandera masing-masing bernama Nemerina Wamanf (17) yang dilaporkan sedang hamil muda, Alin Mesawarol (pelajar kelas VI SD), Nopi Aim (pelajar kelas IV SD), Opinte Mesawaro (pelajar kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
“Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki,” ujar dia.
Alredo menegaskan, jajaran kepolisian telah mengambil sejumlah langkah untuk menangani kejadian tersebut. Saat ini, tim kepolisian tengah menindaklanjuti laporan, melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah Jila.
“Kami telah meminta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mem-backup jajaran Polsek di sana,” tutur dia.
Alredo tak memungkiri kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam pengiriman personel ke Distrik Jila. Dia menjelaskan akses menuju wilayah tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara sehingga pengerahan personel dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara.
Saat ini, terdapat anggota Birmob dan enam anggota Satgas Gakkum yang masih bekerja melakukan investigasi dan olah TKP. Akan ada penambahan personel dengan dikuatkan dari Satgas Operasi Damai Cartenz mulai besok, Jumat (21/9/2026).
“Pergeseran personel ke sana berkaitan dengan penerbangan. Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, satu regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” ungkap dia.
Di sisi lain, dia menduga kelompok yang melakukan aksi tersebut masih berkaitan dengan kelompok bersenjata yang menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026. Dalam penyerangan tersebut, satu anggota TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka akibat tembakan.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan di wilayah Distrik Jila untuk memastikan keselamatan masyarakat.
“Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” ucap Alredo.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































