tirto.id - Kebakaran melanda di tempat diduga sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut), Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). Pemerintah Kota Bandung memastikan akan menutup lahan usai kejadian kebakaran tersebut.
Saat dikunjungi Tirto di lokasi, Selasa (15/9/2026), petugas pemadam kebakaran di bawah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung tengah berupaya memadamkan api. Beberapa warga pun terlihat menyaksikan proses pemadaman di lokasi.
Menurut kesaksian warga, Yanto Sugianto (56), baru-baru ini setidaknya sudah 4 kali kejadian serupa terjadi di wilayah itu.
Ia bersama keluarganya sudah 16 tahun tinggal di atas tanah milik individu yang mempercayakan kepada mereka untuk menjaga. Ia menduga ada orang yang tak bertanggung jawab secara sengaja melakukan pembakaran.
"Padahal enggak ada api jam setengah 6 (malam kemarin). Kejadiannya jam 6 lebih. Di sini langsung banyak didatangi orang. Kata Yanto kepada Tirto di lokasi, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, informasi yang diperolehnya orang yang pertama kali melihat api adalah warga Cikadu.
"Kayaknya ada yang bakar, bisa saja ada yang jahil. Enggak mungkin ada asap, ada api," ujar Yanto.
Kabid Penyelamata dari Damkarmatan Kota Bandung, Immanuel Situmorang, mengatakan, lokasi tersebut kerap difungsikan sebagai tempat pembuangan materi. Mereka menduga api berawal dari aksi membakar sampah oleh orang tidak dikenal. Dia mengaku penanganan kebakaran mencapai puluhan jam.
"Sampai sore, penanganan hingga 21 jam." Kata Immanuel.
Sebanyak 41 personel dan 11 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, akses yang sulit dijangkau membuat kebakaran sulit ditangani. "Bahkan sempat terjadi longsor di sini saat penanganan. Dampak serius ditimbulkan bisa mengakibatkan ISPA ke warga." Ujar Immanuel.
Menurut Komandan Regu Pusdalops BPBD Kota Bandung, Oki Hikmawan, menganggap serius peristiwa yang terjadi di lokasi. Sebab, sebanyak 3.262 warga di 2 RW dan 31 RT terdampak kebakaran tersebut.
"Ini masalah serius, tentunya kami tidak pernah tahu ada gas metan di tumpukan sampah sehingga besar kobaran api. Di dalam, kami belum bisa memastikan," kata Oki di lokasi.
Pihaknya menyampaikan imbauan khusus di tengah bencana hidrometeorologi di Kota Bandung, agar tak ada yang melakukan pembakaran sampah di lahan kosong.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan Pemerintah Kota Bandung akan menutup TPS ilegal di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut). Sebab, ada dugaan pelanggaran lingkungan di lahan tersebut lantaran menampung puing bangunan diikuti sampah rumah tangga.
“Kami curiga ada transit sampah ilegal dari luar wilayah sini. Kelihatannya ini sampahnya bukan puing, sudah bercampur dengan sampah biasa,” kata Farhan di Bandung, Selasa (15/9/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Farhan meminta pemilik lahan untuk diperiksa. Dia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas di lahan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Kami akan melaporkannya kepada Gakkum KLH untuk melakukan penyelidikan awal apabila memang terjadi tindak pidana lingkungan hidup,” ujarnya.
Farhan mengaku, penyebab kebakaran masih diketahui. Namun, kebakaran diduga terkait timbunan sampah. Ia mengatakan, kebakaran sendiri terjadi sejam Senin (14/9/2026) malam.
“Belum tahu penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena tumpukan sampah di bawah sudah sangat banyak. Jadi ada timbunan metan, ada percikan api sedikit,” ujarnya.
“Belum tahu penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena tumpukan sampah di bawah sudah sangat banyak. Jadi ada timbunan metan, ada percikan api sedikit,” ujarnya.
Penulis: Ery Chandra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































