tirto.id - Sebanyak 969 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menolak offering letter atau surat penawaran kerja dari Agrinas Pangan Nusantara. Di sisi lain, sebanyak 27.099 manajer telah menandatanganinya sebagai tanda menerima penugasan untuk mengelola KDKMP di berbagai daerah di Indonesia. Bagaimana kelanjutan protesnya?
Data tersebut disampaikan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Mota melalui akun Instagram pribadinya. Selain peserta yang menerima dan menolak, terdapat 532 offering letter yang dinyatakan kedaluwarsa.
Sebelumnya diberitakan jika sebagian manajer mempertanyakan lokasi penugasan yang dinilai terlalu jauh dari domisili, sedangkan peserta lainnya menyoroti kesiapan fasilitas koperasi serta besaran kompensasi yang diterima.
Menanggapi keresahan tersebut, Agrinas Pangan Nusantara menyatakan telah menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan manajer KDKMP yang datang ke kantor perusahaan untuk membicarakan persoalan penempatan.
Persoalan Penempatan Manajer KDKMP Berujung Protes
Persoalan bermula setelah para peserta yang dinyatakan lolos seleksi manajer KDKMP mulai mendapatkan offering letter yang memuat penempatan masing-masing. Sejumlah peserta kemudian mengeluhkan lokasi penugasan yang jauh dari tempat tinggal mereka.
Selain persoalan jarak, sebagian peserta juga mempertanyakan kesiapan lokasi koperasi. Salah seorang manajer KDKMP asal Tangerang Selatan, Dony, mengaku mendapatkan penempatan yang sesuai dengan domisilinya, tetapi ketika melakukan pengecekan, bangunan koperasi yang akan menjadi tempat kerjanya belum siap digunakan.
Gedung yang disebut akan dipakai sebagai lokasi koperasi masih kosong dan belum dilengkapi perabotan, meskipun para manajer dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026.
"Tapi Kopdes saya belum ada. Belum ada bangunannya, saya udah keliling-keliling belum ada,” ucapnya kepada Tirto.
“Pas lagi saya cek di sana tuh ya di kelurahannya masih kosong doang itu gedungnya. Ada gedung kosong. Katanya sih itu bakal digunain buat Kopdes nanti. Cuma masih belum ada perabotan segala macamnya," jelas Dony lagi.
Persoalan-persoalan tersebut kemudian mendapat respons dari Agrinas Pangan Nusantara. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Mota mengatakan pihaknya mendengar dan memahami berbagai keluhan yang disampaikan para manajer melalui hotline KDKMP.
Ia menyebut setiap pesan yang masuk sedang dibalas satu per satu sekaligus dibuatkan laporan untuk ditindaklanjuti. Agrinas juga menerima perwakilan manajer yang datang langsung ke kantor perusahaan untuk berdiskusi mengenai persoalan penempatan.
Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 20 manajer KDKMP diterima langsung sesuai kapasitas ruangan untuk menyampaikan aspirasi. Joao Mota menyatakan akan memperjuangkan agar para manajer kopdes dapat ditempatkan di lokasi domisilinya.
“Kami akan memperjuangkan ke Kementerian Koperasi untuk bagaimana teman-teman yang sekarang sudah menandatangani offering yang sudah kami berikan itu bisa kita relokasi sesuai dengan desa di mana mereka berada,” ucap Joao Mota.
“Kalau di desanya belum terbangun, kita akan mencoba untuk menahan supaya dia tidak direlokasi terlalu jauh,” tambahnya.
Perusahaan kemudian menyampaikan bahwa manajer yang telah menandatangani offering letter akan ditempatkan di bawah Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun melalui skema PKWT. Selama periode tersebut, Agrinas akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja setiap gerai KDKMP.
Agrinas juga menyiapkan proses on-boarding bagi para manajer yang telah menerima penugasan. Tahapan tersebut dirancang sebagai proses pengenalan dan integrasi agar para manajer dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja serta memahami tugas dan tanggung jawab mereka.
Agrinas berharap para manajer dapat bekerja sama dengan pengelola KDKMP, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk menjalankan koperasi sebagai penggerak kegiatan ekonomi di tingkat desa.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































