Menuju konten utama

Harga Minyak Mentah Dunia Turun Tipis di Tengah Konflik Teluk

Langkah negara-negara anggota G7 mencairkan cadangan minyak darurat berhasil meredam lonjakan harga minyak mentah di pasar global.

Harga Minyak Mentah Dunia Turun Tipis di Tengah Konflik Teluk
pengendara melakukan pengisian ulang bahan bakar minyak jenis premium di spbu, jakarta, senin (22/2). kementerian esdm menegaskan dengan turunnya harga minyak dunia, pemerintah akan menentukan harga baru bahan bakar minyak (bbm) jenis premium dan solar pada bulan april 2016. antara foto/m agung rajasa/foc/16.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Langkah negara-negara anggota G7 mencairkan cadangan minyak darurat berhasil meredam lonjakan harga di pasar global. Keputusan ini bersamaan dengan stabilnya volume ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, membuat pergerakan harga minyak dunia melandai tipis pada perdagangan Selasa (6/10/2026).

Meski demikian, tensi geopolitik akibat serangan kelompok Houthi ke infrastruktur vital Arab Saudi menahan penurunan harga lebih jauh.

Berdasarkan data perdagangan per pukul 00.03 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent terkoreksi 4 sen menjadi 100,28 dolar AS per per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pasar Amerika Serikat turun 0,1 persen atau setara 11 sen ke posisi 89,33 dolar AS per barel.

Redanya kecemasan pasar tak lepas dari kesepakatan G7 pada Jumat pekan lalu yang siap menggelontorkan 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan strategis mereka. Komitmen yang diambil usai dorongan dari Presiden AS Donald Trump tersebut juga mencakup janji para anggota untuk tidak menerapkan kebijakan pembatasan ekspor energi.

Analis melihat bahwa pasar saat ini tengah merespons sinyal positif dari intervensi pasokan tersebut.

""Harga minyak tidak banyak berubah setelah penurunan kemarin karena para pedagang terus mencerna sedikit peredaan pada kecemasan sisi pasokan," kata kepala analis KCM Trade, Tim Waterer dikutip dari Reuters, Selasa (6/10/2026).

Di sisi lain, ketegangan di kawasan Teluk mencegah harga minyak merosot tajam. Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi asal Yaman yang disokong Iran terus membayangi kelancaran distribusi pasokan dari negara produsen minyak terbesar tersebut, terlebih di tengah alotnya negosiasi diplomatik an

tara AS dan Iran.

Kekhawatiran itu kian terlihat setelah kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan ke sejumlah lokasi strategis di Arab Saudi pada Senin, termasuk kilang minyak Aramco di Rabigh, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta bandara di Abha. Walau belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait insiden ini, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan secara mendadak.

Melihat dinamika pasokan dan risiko keamanan yang saling bertolak belakang ini, posisi harga minyak diproyeksikan masih akan tertahan di level yang relatif tinggi.

"Tanpa terobosan diplomatik yang jelas atau peningkatan material lebih lanjut dalam efisiensi ekspor, batas bawah harga (price floor) tampak cukup kuat," kata Waterer.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK MENTAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto