Menuju konten utama

Polemik Stroller di Surabaya Isoplus Run 2026 & Klarifikasinya

Pelaksanaan Surabaya Isoplus Run 2026 berbuntut protes peserta. Seorang peserta dilarang berlari membawa stroller bayi, namun peserta lain diperbolehkan.

Polemik Stroller di Surabaya Isoplus Run 2026 & Klarifikasinya
Peserta lari maraton di Surabaya Isoplus Run 2026./Foto:isoplusrun.com
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelaksanaan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 pada Minggu (4/10/2026) menuai polemik. Seorang peserta maraton mengungkapkan kekecewaannya terkait penggunaan stroller bayi dalam perlombaan yang dilarang panitia, namun ada pihak peserta lain yang diperbolehkan. Pihak Isoplus angkat bicara terkait polemik tersebut.

Melalui unggahan di Threads, akun @nikmahrafik mempertanyakan perbedaan perlakuan antara dirinya dan peserta lain, khususnya Olivia Tommy Putri, yang disebut dapat membawa stroller sejak garis start hingga finis.

Nikmah mengaku dirinya telah meminta izin membawa stroller ketika mengambil BIB, tetapi justru dihentikan panitia di garis start dan stroller tersebut disita. Akibatnya, ia harus menyelesaikan perlombaan sambil menggendong anak.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat tanggapan dari pihak penyelenggara maupun Olivia.

Kronologi Polemik Surabaya ISOPLUS Marathon 2026

Polemik bermula pada pelaksanaan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Minggu (4/10). Salah satu peserta, Nikmah mengungkapkan kekecewaannya terkait penggunaan stroller bayi yang dibawanya untuk mengikuti perlombaan.

Dalam unggahannya, Nikmah mempertanyakan peserta lain yang disebutnya sebagai Olivia Tommy Putri atau Olivia MasterChef 8 diperbolehkan membawa stroller selama berlari, sedangkan dirinya justru dihentikan sejak awal perlombaan.

Nikmah menjelaskan, sebelum mengikuti lomba sebenarnya dirinya telah menanyakan dan meminta izin mengenai penggunaan stroller ketika mengambil BIB. Namun, ketika berada di area start di hari-H, ia justru dihentikan oleh petugas dan tidak diperbolehkan membawa stroller. Stroller miliknya kemudian disita.

Nikmah mengaku keberatan karena sebelumnya ia merasa telah mendapatkan izin. Ia tidak mengetahui adanya perbedaan ketentuan soal stroller hingga membuat "kendaraan" anaknya disita dan mesti berlari menggendong balita.

Dalam unggahannya, Nikmah juga membandingkan pengalamannya dengan peserta lain yang disebut dapat menggunakan stroller selama perlombaan.

“Ijin nanya dengan nada lembut @isoplus7ion apa yang membuat mba Olivia bisa membawa stroller dari start sampai finish sedangkan saya langsung distop distart tidak boleh stroller sampai disita yang padahal saya sudah ijin pada saat mengambil BIB dengan alasan yang saya punya.. alhasil menggendong anak dari start sampai finish dengan berdarah darah,” keluhnya.

Unggahan tersebut kemudian viral di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan konsistensi penerapan aturan dalam Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, terutama soal larangan penggunaan stroller.

Perdebatan kemudian tidak hanya berfokus pada insiden yang dialami Nikmah. Polemik juga melebar ke persoalan persyaratan peserta dan penerapan aturan terhadap seluruh peserta, termasuk peserta yang memiliki hubungan dengan brand atau berstatus BA/KOL.

Selain menggunakan stroller, anak Olivia MCI8 diketahui juga memakai BIB 5 km yang seharusnya hanya boleh diberikan untuk anak di atas 13 tahun.

“BIB 5K - 44159 atas nama GIAN LUCA LIMANTO MALE 5K-A tercantum di race result, bukan kah ini tidak fair? ybs dibawah ketentuan umur NASIONAL yang ditetapkan yaitu minimal UMUR 13 tahun keatas yang boleh JOIN dan no BIB tsb secara terang-terangan dipost beserta dengan medalinya. ini juga penyalahgunaan aturan oleh BA/KOL loh sorry to say. Event lain aja kalau ada yg ketahuan seperti ini akan dibatalkan secara race result dan medalinya dikembalikan, bagaimana tanggapan isoplus? Jika memang sportivitas yang diutamakan, mohon keadilan bagi semua peserta,” ungkap akun IG @catherinevyy.

Klarifikasi Panitia Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 dan Olivia MCI8

Menanggapi berbagai keluhan mengenai penyelenggaraan acara, pihak ISOPLUS melalui akun Instagram @isoplus7ion menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya yang mengalami ketidaknyamanan akibat penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 pada Minggu.

Dalam pernyataannya, panitia mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap pengaturan rute, lalu lintas, serta komunikasi dengan masyarakat. Khusus mengenai penggunaan stroller bayi, panitia menjelaskan bahwa ketentuan lomba tidak memperbolehkan stroller digunakan di dalam area perlombaan demi menjaga keselamatan seluruh peserta. Namun, panitia juga menyebut terdapat kemungkinan pengecualian untuk kondisi tertentu.

“Untuk kondisi tertentu, permohonan dapat disampaikan melalui surat terlebih dahulu dalam waktu yang cukup, sehingga dapat dipertimbangkan oleh panitia sesuai dengan aspek keselamatan,” bunyi klarifikasi tersebut.

Selain penjelasan dari panitia, Olivia melalui akun Instagram @olivia.mci8 juga memberikan klarifikasi mengenai penggunaan stroller yang menjadi sorotan.

Olivia mengatakan dirinya memahami kekecewaan Nikmah dan mengaku tidak membenarkan pengalaman yang dialami peserta tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan Nikmah yang tetap menyelesaikan perlombaan sambil menggendong anaknya. Menurut Olivia, persoalan tersebut tidak pernah disengaja dan dirinya tidak pernah berniat memperlakukan peserta lain secara tidak adil.

Mengenai mengapa dirinya dapat membawa stroller, Olivia menjelaskan bahwa sekitar satu minggu sebelum perlombaan, ia bersama tim diminta mengajukan perizinan yang dipersyaratkan untuk penggunaan stroller.

“Setelah persyaratan dipenuhi, selanjutnya aku menandatangani surat pernyataan tanggung jawab keselamatan dan surat izin terkait stroller diterbitkan 2 hari sebelum race oleh panitia terkait,” tulisnya.

Olivia mengatakan dirinya memahami penerbitan surat tersebut sebagai izin resmi untuk mengikuti race dengan membawa stroller. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk melanggar aturan perlombaan.

“Mengenai detail masalah persetujuan penggunaan stroller ini adalah diluar ranah dan kemampuanku secara pribadi, sehingga lebih baik kita semua menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak panitia terkait yang lebih kompeten,” tuturnya lagi.

Baca juga artikel terkait MARATON atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar